Klinik Cukai Sosialisasi Sekaligus Asistensi Atas Barang Kena Cukai

229

Bea Cukai Kudus secara periodik melaksanakan monitoring dan asistensi terhadap kepatuhan pengusaha Barang Kena Cukai (BKC) pada peraturan perundang-undangan dibidang cukai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program klinik cukai. Klinik Cukai memiliki dua kegiatan utama, yaitu sosialisasi dan asistensi. Melalui kegiatan sosialisasi diharapkan pengusaha memiliki pemahaman tentang bagaimana tata cara prosedur menjual BKC dan syarat apa saja yang harus dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya, Klinik Cukai memberikan asistensi kepada para pengusaha antara lain dalam hal legalitas, perizinan.
Kamis, 16 Juni 2022 Bea Cukai Kudus melakukan kegiatan klinik cukai. Beberapa pengusaha BKC yang dikunjungi untuk dilakukan asistensi sebagai tindak lanjut kegiatan monitoring yakni UD Riantika dan PD Pecinan. Perusahaan tersebut menjual BKC Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dengan golongan kadar A (< 5%) B (5% s.d. 20%) dan C (> 20%). Pada kegiatan monitoring sebelumnya diketahui bahwa pengusaha tersebut tidak terdapat papan tanda nama pabrik yang seharusnya terpasang di bagian depan bangunan, Izin yang diberikan tidak sesuai dengan penggunaannya yaitu yang seharusnya sebagai Penyalur MMEA akan tetapi juga sebagai Tempat Penjualan Eceran (TPE), tidak dapat menunjukkan pencatatan dan pelaporan cukai periode I tahun 2022.

Melalui kegiatan Klinik Cukai, Bea Cukai Kudus memberikan asistensi kepada pengguna jasa/stakeholder. Dalam kegiatan tersebut segala permasalahan cukai dievaluasi kemudian diberikan solusinya. Tujuannya yaitu terwujudnya ketertiban dan kepatuhan pengguna jasa dibidang cukai.

#beacukaimakinbaik

#beacukaikudus