Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal Di Pati

414

Dalam rangka pemanfaatan DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) di bidang penegakan hukum, Pemerintah Kabupaten Pati telah melaksanakan 3 kali kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai dan Gempur Rokok Ilegal. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan wawasan kepada masyarakat terutama bagi warga Pati, sehingga dapat mengetahui secara jelas mana rokok legal dan mana rokok ilegal.

Pada Kamis tanggal 9 Juni 2022 Diskominfo Pati mengadakan acara Sosialisasi di Aula Dinas Kominfo Pati. Sosialisasi ini menggandeng teman-teman seniman campursari lokal yang dilaksanakan secara streaming dan diunggah dibeberapa kanal dan youtube channel yang dikelola oleh Diskominfo Kab. Pati, TV Lokal dan radio. Sosialisasi berlangsung dengan dibuka oleh Kepala Diskominfo, Ratri Wijayanto, kemudian dilanjutkan talkshow dengan narasumber Didit Ghofar dan Sudiran selaku Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama pada Bea Cukai Kudus serta dimandatori oleh Bayu Adi dari Bagian Perekonomian Setda Pati.

Sosialisasi ke-2 dan ke-3 dilaksanakan berturut-turut pada 15 dan 16 Juni 2022 oleh Satpol PP Pati. Pada Rabu (15/6/2022) Sosialisasi dilaksankan di Aula Balai Desa Tamansari Kecamatan Tlogowungu. Dihadiri sekaligus sebagai Narasumber oleh Dwi Prasetyo Rini selaku Kepala Seksi PLI dari Bea Cukai Kudus dengan peserta sosialisasi warga Desa Tamansari yang sehari harinya menjual rokok atau pelaku usaha pemilik warung rokok.

Selanjutnya Satpol PP Pati mengadakan acara Sosialisasi di Balai Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong pada Kamis (16/6/2022) dengan mengundang narasumber dari Bea Cukai Kudus, Sidiq Gandi Baskoro selaku Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama dan dihadiri oleh perangkat desa dan warga Desa Kedungbulus yang sehari harinya menjual rokok atau pelaku usaha pemilik warung rokok.

Para Narasumber dari Bea Cukai Kudus memaparkan materi mulai dari tugas dan fungsi bea cukai, sejarah cukai, jenis hasil tembakau, hingga mengapa rokok dikenakan cukai serta rokok ilegal dan sanksinya. Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) juga ikut disampaikan karena merupakan dana yang berasal dari pendapatan cukai yang dibagikan kembali ke masing-masing daerah dengan alokasi penggunaan 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat, 10 persen untuk bidang penegakan hukum, dan 40 persen untuk bidang kesehatan.

Diharapkan dengan diadakannya Sosialisasi di berbagai wilayah dengan metode langsung ataupun tidak langsung masyarakat dapat teredukasi sehingga tidak menjual/mengedarkan maupun tidak mengkonsumsi rokok ilegal dengan harapan peredarannya bisa turun bahkan bisa hilang.

#gempurrokokilegal
#beacukaimakinbaik