Ketoprak Gempur Rokok Ilegal: Cara Unik Edukasikan Rokok Ilegal Ke Masyarakat

372

Pati (25/08)– Keseruan dan gelak tawa menggema dari Aula Kantor Dinas Komiunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pati, ketika Grup Ketoprak Wahyu Manggolo mengelar aksinya pada Rabu 25 Agustus 2021.

Kepala Diskominfo Pati diwakili oleh Kepala Bidang Informasi Dan Komunikasi Publik Endah Murwaningrum dalam sambutanya mengatakan bahwa Ketoprak menjadi salah satu media yang unik dalam menedukasikan Gempur Rokok Ilegal dan DBHCHT kepada masyarakat, karena media kesenian ini lebih menarik antusiasme masyarakat dalam menyaksikan kegiatan edukasi Gempur Rokok Ilegal.

Dikarenakan pandemi Covid-19 belum usai, sehingga tidak memungkinkan untuk mengumpulkan masa sebagai peserta sosialisasi, maka acara diadakan secara daring melalui live youtube. Protokol kesehatan seperti pemakaian masker, jaga jarak untuk semua pihak yang terlibat, cuci tangan dan tes kesehatan sebelum acara juga diberlakukan.
Drajat dari Bagian Perekonomian Kabupaten Pati menjadi moderator pada acara ini. Drajat memulai acara dengan menyampaikan bahwa acara ini terselengara karena adanya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Dari Bagian Perekonomian Kabupaten Pati lainya, Bayu Adhi Nugroho juga menyampaikan beberapa penjelasan tentang DBHCHT di Kabupaten Pati.

Didit Ghofar dan Taswito menjadi narasumber dari Kantor Bea Cukai Kudus. Taswito menjelaskan tentang ciri-ciri rokok ilegal yang beredar di pasaran. Rokok ilegal ini terbagi menjadi beberapa jenis yakni rokok polos (rokok tanpa pita cukai), rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok dengan pita cukai yang bukan peruntukannya. Beberapa contoh rokok ilegal juga ditampilkan agar masyarakat bisa lebih jelas dengan wujud rokok ilegal. Saat ini sebagian besar rokok ilegal ynag beredar di pasaran adalah yang berjenis Sigaret Kretek Mesin (SKM).