Dialog Gempur Rokok Ilegal: Bea Cukai Kudus Bersama Bupati Jepara dan Kejaksaan Negeri Jepara

513

JEPARA (04/08) – Bea Cukai Kudus menjadi narasumber pada dialog tentang Cukai di Radio Kartini Jepara dengan tema “Gempur Rokok Ilegal” . Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jepara ini dipandu langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jepara, Arif Darmawan dan dihadiri oleh Bupati Jepara, Dian Kristiandi, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Jepara, Ayu Agung, serta Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus, Dwi Prasetyo Rini.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi yang akrab disapa Andi menyatakan bahwa ia berharap para pengusaha rokok ilegal untuk segera mengurus perijinan yang diperlukan, dikatakan bahwa rokok ilegal akan menyebabkan potensi penerimaan negara menjadi berkurang sehingga pembangunan di daerah pun menjadi terhambat.

Selanjutnya Rini menyatakan bahwa penerimaan negara di bidang cukai di Bea Cukai Kudus di akhir semester I 2021 telah mencapai 15,16 Triliun Rupiah atau sekitar 44% dari total target penerimaan. Selain itu dijelaskan bahwa program dari Bea Cukai untuk mengurangi peredaran rokok ilegal adalah melalui sosialisasi dan penindakan. Bea Cukai telah melakukan sosialisasi baik berupa pemasangan baliho, stiker maupun sosialisasi langsung ke masyarakat. Kegiatan operasi pasar dan sosialisasi dilaksanakan dengan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Ayu Agung menjelaskan, Kejaksaan Negeri telah berkomitmen untuk memberantas tindak pidana termasuk peredaran rokok ilegal, baik dengan langkah preventif maupun represif. Kejaksaan akan menindaklanjuti proses penyidikan yang diajukan, dan akan selalu bersinergi dengan instansi pemerintah lain.

Ditengah dialog cukai ini juga terdapat pertanyaan dari masyarakat yang diajukan, salah satu pertanyaan adalah perlindungan terhadap masyarakat yang melaporkan rokok ilegal, dengan kompak dari Andi, Ayu dan Rini menyatakan bahwa pelaporan mengenai pelanggaran perundangan dijamin dilindungi, karena telah diatur di peraturan perundang-undangan.

Di akhir acara Andi mengajak para pengusaha rokok untuk segera mengurus ijinnya biar nyaman dalam berusaha, “Pemerintah memberikan kemudahan dalam pemrosesan perijinan dalam produksi rokok.”, pungkas Andi.