Mencoba Kabur, Minibus Angkut Rokok Ilegal Berhasil Digempur di Kudus

2032

KUDUS (16/07) – Kudus belum lama ini ditetapkan oleh Tim Satgas Covid-19 sebagai kabupaten dengan tingkat kasus tertinggi di Jawa Tengah sehingga menjadikannya zona merah. Kebijakan PPKM Darurat yang dicanangkan oleh pemerintah pusat tak ayal membatasi banyak aspek dalam kehidupan. Meski demikian, Bea Cukai Kudus tidak pernah lengah melakukan pengawasan terhadap pergerakan rokok ilegal di seluruh wilayah kerjanya. Operasi Gempur Rokok Ilegal digelar di semua lini tak terkecuali dengan mengamati peredarannya baik yang berbasis teknik tradisional maupun yang menggunakan teknologi informasi; jual beli online di media sosial dan marketplace misalnya. Jasa-jasa ekspedisi pun tak luput diawasi.

Berdasarkan analisis intelijen, pada Jumat, 16 Juli 2021 sekitar pukul 00.00 WIB, Tim Unit Penindakan Cukai (UPC) Bea Cukai Kudus berhasil memetakan keberadaan sebuah minibus warna silver metalik yang disinyalir digunakan untuk mengangkut Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok jenis SKM (Sigaret Kretek Mesin) diduga ilegal dari wilayah Kudus. Tanpa buang-buang waktu, Tim segera melakukan pemantauan di sepanjang Jalan Raya Kudus – Demak. Sekitar pukul 01.00 WIB Tim berhasil menemukan titik lokasi minibus dengan ciri-ciri persis seperti data analisis sedang berjalan di kawasan Tanggulangin, Kabupaten Kudus.

Pengejaran pun dilakukan terhadap mobil tersebut. Di daerah Trengguli, Kabupaten Demak, minibus tersebut berputar balik dan melaju kembali ke arah Kudus. Bak film action Fast and Furious, aksi kejar-kejaran pun makin sengit. Dengan semangat menyelamatkan keuangan negara dan menjaga persaingan bisnis yang sehat, Tim tidak ingin target terlepas. Minibus berhasil dihentikan di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Dalam penindakan tersebut Tim menemukan sebanyak 7 (tujuh) karton rokok ilegal jenis SKM dengan merk HIMA BLACK, MAXX ONE BOLD, BOSSINI BLACK dan X-PRO BOLD, dilekati pita cukai yang diduga palsu jenis SKT (Sigaret Kretek Tangan) seri I. Total barang bukti yang berhasil diamankan berupa rokok diduga ilegal jenis SKM sebanyak 96.000 batang dengan total perkiraan nilai barang Rp97.920.000,- dan total potensi kerugian negara sebesar Rp64.350.720,-. Seluruh barang bukti beserta awak minibus dibawa ke Bea Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sekali lagi, seluruh masyarakat diimbau untuk berhenti memproduksi, menjual, dan membeli rokok ilegal apa pun alasannya. Selain ada ancaman pidana bagi setiap orang yang terlibat, peredaran barang haram tersebut sangat merugikan keuangan negara dan menimbulkan persaingan bisnis yang tidak sehat. Pun tidak ada standar laboratorium seperti uji tar dan nikotin terhadap segala produk rokok ilegal yang tentu membahayakan kesehatan pembelinya. Jika pada masa lalu nenek moyang kita berjuang dengan memberikan harta dan jiwanya demi kemerdekaan bangsa kita, maka pada hari ini salah satu bentuk cinta dan darma bakti kita kepada bangsa dan negara adalah dengan mengatakan tidak kepada rokok ilegal. Silakan sampaikan segala informasi terkait rokok ilegal kepada Bea Cukai Kudus baik melalui telepon, email, maupun media sosial!