Seni Ketoprak Virtual Menjadi Sarana Edukasi Rokok Ilegal

547

Banyak cara dilakukan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang rokok ilegal. Cara tersebut bisa berupa pemberian materi secara langsung, melalui video, radio, televisi, youtube dan lain sebagainya. Kali ini Kabupaten Pati melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggunakan seni ketoprak sebagai sarana edukasi masyarakat.

Acara yang diselenggarakan pada hari Senin (28/06) di Aula Kantor Diskominfo Pati ini bekerjasama dengan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Mitra) Pati dengan menghadirkan seniman ketoprak Wahyu Manggolo yang mengemas cerita dengan alur yang apik. Selain ketoprak, ada pula talkshow yang menjadi bagian dari acara. Bea Cukai Kudus dan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pati berkesempatan menjadi narasumber yang dimoderatori oleh Bayu Adhi Nugroho dari Sekretariat DBHCHT Kabupaten Pati.

 

Acara disiarkan secara live di chanel youtube Diskominfo Pati dikarenakan masih dalam suasana pandemi Covid19. Dibuka dengan sambutan oleh  Kepala Dinkominfo Pati, Indriyanto, pihaknya sengaja mengadakan acara edukasi rokok ilegal dengan kemasan yang berbeda. Ketoprak dipilih agar dapat lebih mengena kepada masyarakat.

 

 

Bayu mengawali talkshow dengan memaparkan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), salah satunya adalah dengan acara sosialisasi atau edukasi rokok ilegal seperti yang diadakan oleh Diskominfo Pati ini.

 

 

 

Teguh Kustiawan dari Bea Cukai Kudus memaparkan tentang ciri-ciri rokok ilegal, dampak negatif bagi tubuh dan negara, serta sanksi pidana yang mengintai. Setelah pemaparan oleh Teguh, dilanjutkan pertunjukan ketoprak yang dinati-nanti.

 

 

Ketoprak bercerita tentang dua orang sahabat yang berlangganan rokok legal/resmi di sebuah warung, namun ada seorang tokoh mayarakat yang justru gemar membeli rokok ilegal yang juga dijual di warung tersebut. Dia tergoda oleh rayuan penjual rokok yang mempunyai paras ayu. Hingga akhirnya sesuatu terjadi pada tubuh tokoh masyarakat itu. Cerita selengkapnya dapat dilihat di chanel youtube Diskominfo pati di tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=SnqFcvaaWg

Terkait kejadian yang menimpa sang tokoh masyarakat, Didit Ghofar dari Bea Cukai Kudus menjelaskan tentang dampak kesehatan yang cukup serius bagi pemakai rokok ilegal. Bahwa rokok yang legal/resmi saja punya dampak bagi kesehatan padahal sudah terukur kadar Tar dan Nikotinnya, apalagi rokok ilegal yang tidak ada uji Tar dan Nikotin pasti akan jauh berbahaya.

 

Satpol PP Pati yang diwakili oleh Djuhariyanto menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan operasi pasar dalam upaya gempur rokok ilegal baik secara mandiri maupun gabungan dengan Bea Cukai Kudus. Djuhariyanto mengatakan bahwa sudah sebanyak 36.021 batang rokok ilegal yang telah diamankan oleh Satpol PP pati.

 

 

Acara ditutup dengan harapan peredaran rokok ilegal dapat terus digempur dan masyarakat dapat semakain teredukasi tentang rokok ilegal.