Bupati Jepara: “Jangan Beli Rokok Ilegal!”

48

JEPARA (06/05) – Rokok merupakan salah satu obyek penerimaan negara dibidang cukai. Kehadirannya diawasi dan diatur negara melalui UU Cukai karena ada dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan. Sayangnya masih banyak masyarakat yang belum memahami dan menyadari peranan cukai bagi perekonomian negara dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, melalui Radio Kartini FM yang dikelola oleh Diskominfo Jepara digelar Dialog Cukai Interaktif bertema #GempurRokokIlegal yang menghadirkan narasumber antara lain Bupati Jepara Dian Kristiandi, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus Gatot Sugeng Wibowo, Een Erliana dari Biro Perekonomian Pemprov Jawa Tengah, dan Kabag Perekonomian Setda Jepara Aris Setiawan.

Dipandu oleh moderator handal Arif Darmawan yang juga menjabat sebagai Kepala Diskominfo Jepara, program dialog berjalan sangat menarik. Banyak masyarakat berpartisipasi dengan mengajukan pertanyaan baik melalui pesan WhatsApp maupun melalui komentar media sosial selama siaran langsung. Pak Ahmad, salah satu pemirsa, menanyakan apakah perizinan di Bea Cukai itu sulit sehingga orang banyak berbisnis rokok ilegal. Dijawab Gatot, “Pelayanan di #BeaCukaiKudus itu mudah dan tidak dipungut biaya. Yang penting persyaratannya dipenuhi, misalnya jika hendak mendirikan pabrik rokok harus ada bangunan dengan luas minimal 200 m². Jika tidak mempunyai lahan seluas itu dapat memanfaatkan fasilitas #KIHT.”

Gatot juga memberikan nomor telepon dan email Bea Cukai Kudus yang dapat dihubungi apabila ada masyarakat ingin memberikan informasi seputar rokok ilegal. Ada imbalan sepantasnya bagi masyarakat yang informasinya akurat dan berhasil dilakukan penindakan yang disiapkan oleh Bea Cukai Kudus.

Sementara itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi menyatakan sangat mendukung program pemerintah untuk memberantas rokok ilegal. Saat ini di Jepara telah dibentuk Tim Gempur untuk melakukan operasi yang beranggotakan Setda Jepara, Satpol PP Jepara, Kodim 0719/Jepara, Polres Jepara, dan Bea Cukai Kudus. Dian menyampaikan masyarakat juga dapat berkontribusi dalam program Gempur Rokok Ilegal dengan cara berkomitmen tidak membeli atau tidak mengonsumsi rokok ilegal, kemudian memberikan informasi tentang rokok ilegal kepada Tim Gempur di mana identitas pelapor akan dijamin kerahasiaannya. Informasi tersebut sangat berguna sebagai bagian penting awal yang nantinya ditindaklanjuti.

Fachrurrozi, salah satu pemirsa, bertanya tentang peluang menanam tembakau di Jepara. “Nanam tembakau tidak perlu izin,” ujar Dian, “Justru akan kami dampingi sampai berhasil. Kalau beneran mau gabung dalam pertanian tembakau bisa menghubungi Dinas Pertanian Jepara.”

Een dan Aris tak kalah seru dengan membeberkan pentingnya peranan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, misalnya untuk pembiayaan pembangunan puskesmas, membangun KIHT, untuk kesejahteraan buruh rokok, dan untuk pelatihan-pelatihan dalam rangka menyiapkan tenaga terampil dalam pertanian tembakau.

“Ayo kerja yang nyaman! Sudahi yang ilegal. Negara juga dapat bagian, hidup pun tenang,” pungkas Dian.