Kunjungan Studi Tiru Pemprov Jawa Timur ke KIHT Kudus

374

Kudus (11/02) – Demi memajukan industri hasil tembakau daerahnya, kini Pemerintah Daerah mulai berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas khususnya kepada para pengusaha hasil tembakau skala kecil. Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) dinilai sebagai suatu terobosan yang sangat efektif demi mencapai tujuan tersebut.

Dipimpin oleh Drajat Irawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melakukan kunjungan kerja studi tiru ke #KIHT Kudus pada Rabu, 10/02. Beserta segenap rombongannya, Drajat meninjau langsung kondisi dan tata kelola KIHT Kudus, bagaimana cara membangun KIHT, cara mengelola permodalan, tantangan yang ada pada internal pengusaha di dalam KIHT, hingga pengawasan yang harus dilakukan oleh petugas Bea Cukai. Drajat juga menyinggung alasan kunjungannya ke KIHT Kudus yakni ingin membangun KIHT di daerah Jawa Timur, mengingat besarnya potensi hasil tembakau di Jawa Timur. Dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) yang diperoleh Pemprov Jatim, Drajat yakin Jatim mampu membangun KIHT untuk mendukung dan memajukan industri hasil tembakau daerahnya serta memfasilitasi industri kecil hasil tembakau agar dapat memproduksi rokok secara #legal.

Pemkab Kudus melalui Disnakerperinkop dan UMKM berkenan berbagi informasi mengenai sejarah berdirinya #KIHTKudus dan seluk beluknya. Sementara itu, Wicaksono, mewakili Kepala Kantor #BeaCukaiKudus, menyampaikan bahwa petugasnya setiap hari ditempatkan di KIHT Kudus untuk melaksanakan pelayanan dan pengawasan. Selain itu juga dijelaskan salah satu misi hadirnya KIHT adalah untuk memberantas peredaran rokok ilegal.