Predikat WBBM: Anugerah Terindah Penghujung Tahun untuk Bea Cukai Kudus

523
KUDUS (21/12/2020) – Mendapat pengakuan dari instansi lain mengenai prestasi dan kualitas kinerja yang membanggakan tentu menjadi kebahagiaan bagi kantor manapun. Tak terkecuali Bea Cukai Kudus. Pada Senin pagi ini, Kementerian PANRB berkenan memberikan piagam penghargaan berupa predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) kepada Bea Cukai Kudus.
Untuk mendapatkan predikat WBBM tidaklah mudah. Ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilalui antara lain tahap seleksi internal, tahap seleksi pendahuluan, desk evaluation, tahapan survei, evaluasi lapangan, clearance, dan rapat panel. Sebelum unit kerja diizinkan mengikuti penilaian WBBM, terlebih dahulu harus ada pembangunan Zona Integritas, yaitu wilayah kerja yang bebas dari segala bentuk KKN, pungli, calo, dan suap, serta mampu memberikan pelayanan cepat dan prima yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kemudian unit kerja juga harus telah berpredikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi), yaitu predikat yang diberikan kepada unit kerja yang mampu mencegah terjadinya praktik KKN di lingkungannya.
“Bea Cukai Kudus telah meraih predikat WBK sejak tahun 2014 dari Kementerian PANRB. Reviu ulang oleh Direktorat Kepatuhan Internal Ditjen Bea dan Cukai, Itjen Kemenkeu, dan Biro Organta Kemenkeu pada Desember 2019 menyatakan Bea Cukai Kudus masih layak menyandang predikat WBK tersebut,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo.
Dua indikator kunci dalam kelulusan penilaian WBK/WBBM dihasilkan dari Survei Online yang dilakukan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian PANRB. Survei Online tersebut menghasilkan Indeks Persepsi Kualitas Layanan dan Indeks Persepsi Anti Korupsi. Selain itu, ada verifikasi lapangan oleh mysterious shopper yang hasilnya menjadi bagian dalam proses clearance saat penilaian akhir. TPN juga mengecek informasi dari berbagai sumber seperti pengaduan masyarakat, media sosial, termasuk clearance dari KPK, Ombudsman, Kompolnas, Komisi Kejaksaan, Komisi Yudisial, Bareskrim Polri, serta pengawasan internal masing-masing instansi pemerintah.
Dalam upaya meraih WBBM, Bea Cukai Kudus terus-menerus berbenah dan melakukan inovasi. Pembenahan dilakukan bukan hanya dengan merapikan dan melengkapi fasilitas kantor, melainkan termasuk sistem dan prosedur; terutama untuk penguatan integritas dan pencegahan terjadinya praktik KKN. “Inovasi-inovasi yang dilakukan antara lain membangun Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus sebagai upaya mengurangi rokok ilegal dan memberikan dukungan kepada industri kecil hasil tembakau, mesin penghitung pita cukai, pengantaran pita cukai untuk perusahaan dengan kriteria tertentu, BCKu Radio untuk sarana edukasi dan sosialisasi, serta BCKu Café sebagai ruang kreatif terbuka untuk pegawai dan pengguna jasa,” terang Gatot.
Untuk menguatkan semangat sekaligus internalisasi dan sosialisasi pembangunan WBBM di kalangan pegawai dan pengguna jasa, Bea Cukai Kudus memasang banyak spanduk dan banner bertema WBBM di seluruh lingkungan kerjanya baik di area kantor maupun di lapangan. Bea Cukai Kudus juga membuat yel-yel berupa jargon yang selalu diucapkan dalam berbagai acara internal, yaitu “Salam WBBM: Tetap Semangat Menjaga Integritas!”
Dukungan pembangunan WBBM untuk Bea Cukai Kudus pun mengalir dari banyak pihak, antara lain dari kalangan pengguna jasa yang dilayani, mitra kerja dari instansi sesama Kemenkeu, dan Pemkab-Pemkab di wilayah kerja Bea Cukai Kudus.
“Layanan online yang diberikan Bea Cukai Kudus sangat memudahkan. Komitmen janji layanan untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tanpa biaya apapun juga membantu kami memperhitungkan waktu. Para pegawai Bea Cukai Kudus juga responsif dalam menanggapi berbagai permasalahan serta mempunyai sikap yang baik. Selain itu, inisiatif Bea Cukai Kudus untuk mengadakan FGD juga kami apreasiasi,” tutur Slamet Raharjo dari PT Djarum.
“Pemkab Jepara sepenuhnya mendukung segala upaya Bea Cukai Kudus yang telah berpredikat WBK menuju WBBM. Mudah-mudahan dengan WBBM ini pelayanan Bea Cukai Kudus semakin cepat, mudah, dan bermutu,” ujar H. Dian Kristiandi, S.Sos., Bupati Jepara.
Sepertinya benarlah ungkapan yang mengatakan bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Bea Cukai Kudus, dengan berbagai usaha yang dilakukannya dan juga dukungan berbagai pihak, akhirnya berhasil meraih predikat WBBM dari Kementerian PANRB. Predikat WBBM saat ini menjadi gelar tertinggi yang diberikan sebagai bentuk pengakuan atas capaian kinerja pencegahan KKN dan pelayanan prima di lingkungan birokrasi pemerintahan.
“Prestasi WBBM ini adalah keberhasilan kita bersama. Tanpa dukungan seluruh pihak baik internal maupun Bapak/Ibu mitra kerja, tidak mungkin Bea Cukai Kudus berhasil meraih WBBM. Karena itu kami ucapkan terima kasih atas dedikasi dan dukungan Bapak/Ibu semuanya,” ungkap Gatot dalam acara potong tumpeng syukuran perolehan predikat WBBM ini.