Dorong Ekspor UKM, Bea Cukai Kudus Bersinergi dengan Pemkab Jepara dan LPEI

302

JEPARA (18/11) – Bea Cukai Kudus, pada Selasa (17/11) bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara dan LPEI, mengadakan acara bertajuk “Sarasehan Pengembangan Ekspor dan IKM Berbasis E-Commerce, Pemanfaatan Fasilitas KITE IKM, dan Pembiayaan Ekspor LPEI” dengan mengundang Eksportir dan UMKM berpotensi ekspor di Kabupaten Jepara. Selain itu, hadir juga perwakilan dari asosiasi di Jepara diantaranya, HIMKI, ASEPHI, KADIN, dan HIPMI.

Acara dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo. Kemudian dialnjutkan sambutan oleh Kepala Diseprindag Kabupaten Jepara, Ratib Zaini. Dalam sambutannya baik Gatot maupun Ratib menyadari akan potensi ekspor dari UMKM di Kabupaten Jepara dan siap berkomitmen dalam memfasilitasi UMKM di Kabupaten Jepara untuk meningkatkan ekspor dan bersaing di pasar mancanegara.

Selanjutnya penyampaian materi pertama oleh Muhammad Syafruddin selaku Kepala Divisi Trade Finance LPEI. Syafrudiin memaparkan, dalam rangka mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), LPEI sebagai lembaga yang telah mendapat mandat Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dari pemerintah siap mendukung sektor UKM berorientasi ekspor. Salah satunya dengan pemberian fasilitas pembiayaan lunak dengan imbalan maksimal sebesar 6%. Ataspemaparan ini peserta sarasehan sangat tertarik dengan mengajukan berbagai pertanyaan, diantaranya PT. Kain Ratu yang menanyakan adakah pembiayaan dengan sistem Syariah. Dijelaskan bahwa Pembiayaan LPEI mencakup juga sistem pembiayaan syariah.

Materi kedua disampaikan oleh Dwi Prasetyo Rini selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus. Kali ini Rini menyampaikan materi tentang Fasilitas KITE IKM. Dengan Fasilitas KITE IKM, Industri Kecil dan Menengah mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN serta PPnBM atas bahan baku, bahan penolong dan barang modal untuk hasil produksi tujuan ekspor. Dengan pembebasan ini dapat mengurangi biaya produksi, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk ekspor dari sisi harga yang kompetitif. Diharapkan IKM dapat memanfaatkan fasilitas ini. Bea Cukai Kudus pun telah mendekatkan tempat layanan untuk masyarakat Jepara dengan membuka gerai layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jepara. Masyarakat dapat berkonsultasi tentang pemanfaatan fasilitas ataupun hal lainnya dengan bea Cukai di MPP Jepara.

Kemudian penyampaian materi terakhir oleh Yanuar Aris Budianto, selaku Dgital Marketing Consultant. Aris menyampaikan pentingnya peran Digital Marketing dalam pemasaran produk dalam negeri maupun mancanegara. Salah satunya melalui website sendiri maupun melalui e-commerce yang sudah ada.

Dengan diselnggarakannya acara tersebut diharapkan memberikan solusi atas hal-hal yang selama ini menjadi kendala para pelaku bisnis sektor UMKM dalam memasarkan produknya ke mancanegara. Sehingga hasil produksi UMKM Indonesia khususnya Kabupaten Jepara dapat bersaing di pasar internasional dan turut meningkatkan perekonomian nasional.