Peresmian KIHT Kudus dan Pemusnahan 6,5 Juta Batang Rokok Ilegal: Bukti Keseriusan Bea Cukai dan Pemkab Kudus Dukung Industri Hasil Tembakau

643

KUDUS (22/10) – Sebagai upaya mengatasi peredaran rokok ilegal, membina industri kecil menengah, mengoptimalkan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT), memudahkan pelaksanaan asistensi dan pengawasan, serta menumbuhkan industri pendukung, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.04/2020 tentang Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) pada tanggal 16 Maret 2020.

KIHT merupakan kawasan tempat pemusatan kegiatan industri Hasil Tembakau (HT) yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, serta fasilitas penunjang industri HT yang disediakan, dikembangkan, dan dikelola oleh Pengusaha KIHT. Sasaran peruntukan dibangunnya KIHT adalah untuk menampung para Pengusaha Pabrik dengan skala industri kecil dan menengah, khususnya yang memiliki kendala terkait syarat minimal luasan pabrik yang sebelumnya diatur dalam PMK-200/PMK.04/2008 yakni 200m2. Disamping itu, terdapat kemudahan untuk melakukan kerjasama pelintingan dan memperoleh penundaan pembayaran cukai hingga 90 hari.

Pemkab Kudus menjadi instansi Pemerintah Daerah pertama di Indonesia yang menggunakan DBH CHT untuk membangun Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau (IHT) Kudus pada tahun 2009 dengan total biaya 28 milyar Rupiah. LIK IHT Kudus inilah yang kemudian direvitalisasi dan menjadi cikal bakal lahirnya KIHT Kudus yang kemudian diresmikan pada Kamis, 22 Oktober 2020, oleh Plt. Bupati Kudus dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Acara peresmian tersebut menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, diselenggarakan secara daring, serta dihadiri oleh beberapa gubernur, para pimpinan instansi, para bupati/walikota se-Jawa Tengah dan beberapa daerah lainnya, dan Pengusaha Rokok; khususnya yang berusaha di KIHT Kudus.

Keseriusan Bea Cukai dan Pemerintah Daerah, terutama Pemkab Kudus, dalam menggempur rokok ilegal tidak hanya ditandai dengan peresmian KIHT Kudus, tetapi juga dibuktikan dengan adanya pemusnahan 6,5 juta batang rokok ilegal hasil penindakan Bea Cukai Kudus periode Februari hingga Juli 2020. Jenis barang yang dimusnahkan antara lain alat pemanas 15 buah, pita cukai yang diduga palsu 4.579 keping, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 6.521.294 batang, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) sebanyak 11.880 batang dengan perkiraan berat ±11 Ton dan perkiraan nilai barang Rp 5.087.946.485,00. Adapun potensi kerugian negara Rp 3.080.213.884,00 yang dihitung berdasarkan nilai cukai, PPN Hasil Tembakau, dan Pajak Rokok yang seharusnya dibayar.

Semua itu, peresmian KIHT Kudus dan pemusnahan rokok ilegal hasil penindakan, dilakukan guna #JagaIndonesiaKita#PemulihanEkonomiNasional, dan #DukungIndustri Kecil Menengah, khususnya dibidang HT. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa ‘Legal itu Mudah!’