“Semar Mbangun Kayangan” Menggempur Rokok Ilegal

754

Kudus (07/09) – Bertempat di Serambi Belakang Pendopo Kabupaten Jepara, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara mengadakan Dialog dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal pada Sabtu (05/09) malam. Pagelaran yang disiarkan secara live melalui Youtube Marga Langit Channel tersebut berlangsung cukup semarak.

Pagelaran wayang kulit tersebut menampilkan dalang Ki Hendro Suryo Kartiko, S.Sn dengan memainkan lakon “Semar Mbangun Kayangan”. Wayang kulit yang berlangsung cukup meriah dan semarak meski digelar secara virtual. Musik gamelan, tata lampu, dan permainan wayang Ki Hendro begitu menghibur para penonton.

Pertunjukkan wayang dimulai dengan doa dan laporan dari Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi Jepara. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Asisten III Setda Jepara, Ir. Sujarot yang mewakili Bupati Jepara.
“Wayang merupakan budaya Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Media wayang kulit yang begitu digemari masyarakat diharapkan dapat menjadi jalan yang efektif untuk melakukan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal,” jelas Sujarot pada sambutannya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan dialog bersama narasumber yang dipandu oleh Kabid Komunikasi Diskominfo Jepara, Wahyanto. Pada kesempatan tersebut, Dwi Prasetyo Rini selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus menjelaskan mengenai rokok ilegal dan sanksinya menurut Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai. Sementara Een Erliana, selaku perwakilan dari Sektretariat DBHCHT Provinsi Jawa Tengah mengupas tuntas mengenai DBHCHT, mulai dari pengertian, penggunaan, hingga pembagiannya untuk tiap provinsi yang menerima dana tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat terutama yang berkaitan langsung dengan peredaran barang kena cukai berupa hasil tembakau dapat memahami tentang ketentuan dan pelanggaran di bidang cukai, sehingga dapat mengurangi peredaran rokok ilegal.

#gempurrokokilegal
#wayangkulit
#beacukaikudus