Rokok Ilegal Rugikan Negara dan Tidak Aman Bagi Kesehatan

558
JEPARA (23/7) – Bea Cukai Kudus diwakili Dwi Prasetyo Rini, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, berkesempatan untuk menjadi salah satu narasumber dalam acara Dialog Interaktif “GEMPUR ROKOK ILEGAL” yang diselenggarakan oleh Radio Kartini FM Jepara. Hadir pula Wahyu Jaya Sembodo, S.E., M.M. selaku Plt. Kepala Bagian Perindustrian Perdagangan Koperasi LKM dan UKM Setda Provinsi Jawa Tengah, Mulyaji, S.H., M.M. selaku Asisten I Setda Kabupaten Jepara, dan Aris Setiawan, A.P., M.H. selaku Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Jepara. Sementara itu Arif Darmawan, S.Sos., M.H., Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Jepara, memandu kegiatan dialog sehingga makin menarik.

Melalui dialog interaktif ini para narasumber memaparkan berbagai informasi seputar cukai dan peredaran rokok ilegal yang masih marak dan meresahkan masyarakat, khususnya di sekitar Jepara. Materi ini sekaligus mengedukasi masyarakat untuk makin mengenal #rokokilegal dan dampaknya. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi salah satunya dengan menyampaikan informasi terkait peredaran rokok ilegal.

“DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) telah dimanfaatkan untuk memberantas rokok ilegal di daerah Jepara. Beberapa kali operasi pasar dilakukan untuk memberantas rokok ilegal di sini,” ujar Mulyaji yang akrab disapa Lilik.

Dialog interaktif juga diikuti oleh masyarakat yang dapat mengajukan pertanyaan atau komentar melalui saluran telepon yang telah disediakan.
“Perizinan pendirian pabrik rokok itu tidak dipungut biaya oleh Bea Cukai. Sama sekali tidak dipungut biaya. Hanya saja harus memenuhi persyaratan,” jelas Rini dalam menanggapi pertanyaan dari pendengar radio yang menanyakan tentang biaya perizinan pembuatan pabrik rokok.
Semoga dengan kegiatan dialog interaktif seperti ini semakin menggugah kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok ilegal, baik dampaknya bagi kesehatan maupun perekonomian.