MPP Jepara Dibuka Guna Dukung Usaha

641
Kudus (24/7) – Indonesia mengadopsi Public Service Hall (PSH) di Georgia dengan membangun MPP (Mal Pelayanan Publik) di berbagai kota untuk meningkatkan ranking EoDB (Ease of Doing Business). MPP pertama di Indonesia dibangun di Surabaya pada 6 Oktober 2017 yang kemudian diikuti kota-kota lainnya.

Kementerian PAN-RB menyatakan bahwa MPP merupakan sistem pelayanan publik terpadu generasi ketiga yang ada di Indonesia. Generasi pertama disebut Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) dan generasi kedua disebut Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). MPP dinilai lebih progresif karena mengusung konsep memadukan pelayanan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta dalam satu gedung. Dengan demikian diharapkan lebih memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan dan memangkas birokrasi yang selama ini dianggap berbelit. Selain itu, masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengunjungi berbagai instansi yang lokasinya berbeda-beda untuk mengurus suatu perizinan karena dengan adanya MPP pelayanan publik sudah diberikan dari loket ke loket di lokasi yang sama.

Rabu (23/7) Deputi Yanlik KEMENPAN-RB, Diah Natalisa, berkenan meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Jepara. Turut hadir pula Bupati Jepara, Dian Kristiandi, beserta para pimpinan instansi terkait dalam acara ini, salah satunya Kasi PKC I, Sutopo Ari Subagyo, dari Bea Cukai Kudus.

Semoga dengan dibukanya MPP Jepara perekonomian daerah, khususnya Jepara, semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga #makinbaik! Aamiin. Bea Cukai Kudus adalah salah satu kantor yang mempunyai loket pelayanan di MPP Jepara.