Kemenkeu Kudus Gelar Coffee Morning Capaian Kinerja Semester I

478
KUDUS (9/7) – Instansi vertikal @kemenkeuri di wilayah Kudus; KPP Pratama Kudus, KPPN Kudus, dan KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus, hari ini menggelar Coffee Morning bersama media dengan tema Capaian Kinerja Semester I Tahun 2020 di BCKu Cafe; salah satu fasilitas kantor yang menjadi inovasi Bea Cukai Kudus dimana para pegawai dapat menggunakannya untuk ajang pengembangan kreativitas, diskusi, dan penyelenggaraan event.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, mohon doa serta dukungan untuk kesuksesan Bea Cukai Kudus dalam meraih predikat #WBBM tahun ini. Sebagaimana diketahui, sebelumnya, tahun 2014 Bea Cukai Kudus telah menyandang predikat WBK dan reviu terakhir 2019 menyatakan masih layak menyandang predikat WBK tersebut.
Bernadette Ning Dijah Prananingrum, Kepala Kantor #PajakKudus, memberikan paparan mengenai penerimaan pajak yang masih rendah yang salah satu faktornya disebabkan pandemi COVID-19. “Target pajak tahun 2020 adalah sebesar Rp 2,7 T, namun per 30 Juni 2020 baru terealiasi hampir Rp 1,1 T atau dibawah 50% dari target penerimaan,” ujar Ning, begitu sapaannya.
Wawan Hermawan, Kepala #KPPNKudus, memperkenalkan apa itu KPPN. Wawan menjelaskan, KPPN juga berperan sebagai ujung tombak Kemenkeu dari sisi belanja dan kepatuhan pelaksanakaan penyerapan anggaran setiap Satker. Tahun ini banyak anggaran belanja yang dialihkan ke Bantuan Langsung Tunai (BLT) khususnya Dana Desa mengingat pandemi COVID-19 yang masih melanda. “Selain itu banyak juga anggaran yang dialihkan untuk penanganan COVID-19 sehingga ada yang kurang maksimal penyerapannya khususnya belanja modal,” jelas Wawan.
Selanjutnya Gatot Sugeng Wibowo memaparkan capaian Bea Cukai Kudus dalam 6 bulan terakhir dimana penerimaan cukai di #BeaCukaiKudus sangat terdampak oleh pandemi COVID-19. Selain itu, kenaikan tarif cukai di tahun 2020 juga membuat daya beli masyarakat turun dan beralih ke produk yang lebih murah. Gatot juga menjelaskan #UpayaNyata tentang wacana Revitalisasi Lingkungan Industri Kecil (LIK) Kudus menjadi Kawasan Industri Hasil Tembakau (#KIHT) dalam rangka menekan peredaran #rokokilegal.