Rokok: Antara Kreativitas dan Legalitas

666
KUDUS (06/07) – “Merespon dampak pandemi Covid-19, kami ingin membuat produk baru berbasis #SigaretKretekTangan. Akhirnya muncul ide untuk meracik resep berbahan rempah-rempah,” Arief Goenadibrata, Managing Director PT Nojorono Tobacco International, #BeCerita.
Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, didampingi Kepala Seksi PKC I, Sutopo Ari Subagyo, hadir menyaksikan acara peluncuran produk baru #hasiltembakau PT Nojorono. Produk hasil tembakau (rokok) akan sah diperdagangkan di Indonesia setelah kemasannya dilekati #pitacukaiasli sesuai peruntukannya. Maka puncak peluncuran produk baru tersebut ditandai dengan pelekatan pita cukai oleh Kepala Kantor Bea Cukai Kudus dan beberapa pimpinan tamu undangan, salah satunya Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Suparno.
Presiden Direktur PT Nojorono, Stefanus JJ Batihalim, kemudian mengajak tamu undangan untuk melaksanakan factory tour, keliling ke area-area produksi, untuk menyaksikan proses pembuatan rokok kretek rasa rempah produk terbarunya. Dalam hal ini pemerintah sangat mendukung industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Bea Cukai Kudus menjadi salah kantor terbesar yang menyumbangkan penerimaan negara dari sektor cukai. Penerimaan tersebut tentu tidak lepas dari kepatuhan para reksan cukai dalam menjalankan peraturan negara dibidang cukai, diantaranya dengan melekati produknya dengan pita cukai asli dan sesuai peruntukannya. Penerimaan negara dari sektor cukai tersebut sebagian akan dibagikan sebagai insentif daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (#DBHCHT) dan sebagian lagi dialokasikan pemerintah untuk pembiayaan pembangunan atau menjalankan kebijakan untuk kemaslahatan rakyat.
Legal itu mudah. Konsultasi untuk mendirikan pabrik rokok atau konsultasi seputar cukai ke Kantor #BeaCukaiKudus juga gratis. Aneh kan kalau masih ada orang yang memproduksi rokok ilegal? Apakah orang-orang itu tidak mau berkontribusi untuk negara yang konon dicintainya ini? Yuk, bantu #JagaIndonesiaKita dengan tidak berpartisipasi dalam peredaran #rokokilegal! Sedhèrèk BCKu bersedia kan #GempurRokokIlegal?
@beacukairi @kemenkeuri