Tingkatkan Kompetensi, Pegawai Dibekali Materi Delik Pasal 54 dan 56 UU Cukai

530

KUDUS (25/6) – Dalam mengawal #KeuanganNegara dibidang kepabeanan dan cukai, setiap pegawai Bea Cukai Kudus dituntut mempunyai kecakapan dan kompetensi dalam menjalankan tugasnya. Materi Delik Pasal 54 dan Pasal 56 Undang-Undang Cukai pagi ini dipaparkan oleh Sahid Nurika dan Moch. Arfan Fauzi, generasi milenial dari Seksi PBHP. Antusiasme para pejabat dan pegawai terhadap materi yang disampaikan virtual ini terlihat dari semaraknya sesi tanya jawab.

#BeaCukaiKudus memang mendorong para pegawai milenial untuk belajar tampil dan mengasah bakatnya dalam berbagai kesempatan. Tidak hanya dijadikan pembicara P2KP, tapi juga sebagai penyiar BCKu Radio, tim jurnalistik, tim kreatif, change agent, dan banyak lagi kegiatan yang melibatkan #generasimilenial. Bahkan pekan depan akan diadakan Milenial’s Day dengan episode menarik. Ikuti terus publikasi @beacukaikudus ya!

Materi Delik Pasal 54 dan Pasal 56 UU Cukai penting diketahui dan dipahami sebagai dasar wawasan mengingat pelanggaran hukum khususnya dibidang cukai di wilayah kerja Bea Cukai Kudus cukup marak. Selain itu, materi ini juga menjadi bekal dalam upaya #JagaIndonesiaKita melalui pengawasan dan penegakan hukum. Namun, tidak terbatas sampai disitu, berbagai pelatihan dan pendidikan dibidang hukum juga diikuti dan dimiliki para pegawai; sebagai wujud nyata bahwa Bea Cukai Kudus didukung oleh Sumber Daya Manusia yang unggul.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, @beacukairi @kemenkeuri, khususnya Bea Cukai Kudus, tetap sigap melakukan pengawasan terutama untuk #GempurRokokIlegal. Komitmen menjadikan #beacukaimakinbaik dengan terus melakukan inovasi dan menjaga integritas merupakan bukti nyata Bea Cukai Kudus siap menyandang gelar #WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).