Bersinergi Gempur Rokok Ilegal, Bupati/Walikota se-Jateng Ikuti Sosialisasi KIHT bersama Bea Cukai

318

Kudus (15/05) – Peredaran rokok ilegal menyebabkan berkurangnya jumlah penerimaan negara dibidang cukai. Penegakan hukum yang dilakukan oleh Ditjen Bea Cukai didukung kerja sama yang baik dengan instansi terkait diharapkan dapat efektif mencegah peredaran rokok ilegal.

Sebagai upaya nyata untuk mencegah peredaran rokok ilegal, pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengeluarkan PMK No. 21/PMK.04/2020 tentang Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Pada Kamis (14/05) peraturan tersebut disosialisasikan Kanwil BC Jateng DIY dan Bea Cukai Kudus turut serta mengikutinya. Sosialisasi tersebut juga diikuti oleh Kepala Biro Perekonomian Setda Jateng, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, serta seluruh Bupati/Walikota se-Jateng. Sosialisasi yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, sebagai narasumber.

“Dengan ditekannya peredaran rokok ilegal menjadi 3% pada tahun kemarin dapat meningkatkan jumlah penerimaan negara dibidang cukai. Hal tersebut juga berkorelasi positif pada peningkatan jumlah DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) yang dibagikan kepada pemerintah daerah yang berkontribusi menyumbang cukai melalui produksi rokok. Tahun ini Ibu Sri Mulyani, Menkeu, meminta agar peredaran rokok ilegal ditekan menjadi 1%,” ungkap Nirwala.

KIHT merupakan kawasan untuk memusatkan kegiatan industri hasil tembakau yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang industri hasil tembakau yang disediakan, dikembangkan, dan dikelola oleh Pengusaha KIHT. Ada tiga kemudahan yang diberikan pemerintah pada KIHT. Pertama, kemudahan perizinan berusaha berupa pengecualian dari ketentuan memiliki luas paling sedikit 200 meter persegi untuk lokasi, bangunan, dan tempat usaha. Kedua, dapat melakukan kerjasama produksi dengan pengusaha lain dalam KIHT yang sama. Ketiga, penundaan pembayaran cukai dengan jangka waktu hingga 90 hari.

#beacukaikudus #kawasanindustrihasiltembakau #gempurrokokilegal #KIHT