KUDUS VS CORONAVIRUS

574

KUDUS (05/05/2020) – Kudus termasyhur sebagai kota penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah. Karenanya ia disebut Kota Kretek. Kudus juga dijuluki sebagai Kota Santri karena terdapat banyak pondok pesantren di Kudus dengan santri-santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kota ini merupakan pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Tiga orang waliyullah atau penyebar agama Islam pada masa itu, yaitu Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu, makamnya berada di Kudus.

Dampak pandemi Coronavirus Disease-19 (COVID-19) turut dirasakan Kudus. Sudah terdapat orang yang terpapar oleh COVID-19. Tenaga medis pun tak luput dari serangan virus tersebut. Per tanggal 04 Mei 2020 berdasarkan data pada corona.kuduskab.go.id, di Kabupaten kudus terdapat 37 kasus positif Covid-19 (24 dalam wilayah, 13 luar wilayah), dan 112 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Masjid Menara atau Masjid Al Aqsho Kudus yang biasanya setiap Bulan Ramadhan ramai dengan jama’ah, kini menjadi sepi. Pengurus masjid memberlakukan physical distancing pada shaff jamaah, yaitu dengan membuat jarak sekitar satu meter antarjamaah. Jalan menuju ke Kudus Kota dari arah Demak ditutup sehingga para pengguna jalan tidak bisa langsung ke kota. Jalanan Kota Kudus yang biasanya dipenuhi para penjual dan pembeli, kini juga sepi. Dhandangan, tradisi masyarakat Kudus untuk menyambut datangnya bulan Ramadan, yang biasanya menjadi acara yang ditunggu-tunggu, kini tidak diadakan demi melaksanakan imbauan pemerintah dan tokoh agama supaya menghindari kerumunan dan tidak membuat acara yang mengundang berkumpulnya massa.

Dalam upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19, Bupati Kudus memberikan instruksi antara lain menunda dan membatasi kunjungan ke area publik serta kegiatan yang mengundang banyak orang, kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan dilaksanakan di rumah dengan metode online (daring), memastikan tempat umum dalam keadaan bersih dan higienis, menyediakan secara mandiri fasilitas/alat yang membantu mencegah penyebaran COVID-19 seperti sarana cuci tangan, alat pelindung diri, dan sarana kebersihan lingkungan.

Bea Cukai Kudus sebagai instansi pemerintah yang berkedudukan di Kudus turut berperan aktif dalam mendukung penanganan COVID-19 dengan menyosialisasikan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan kepabeanan dan cukai yang dikeluarkan khusus untuk kemudahan penanganan COVID-19. Selain itu, Bea Cukai Kudus juga aktif mengadakan gerakan berbagi sembako untuk masyarakat Kudus yang terdampak pandemi, khususnya para pekerja harian. Bea Cukai Kudus juga menerapkan Work From Home untuk para pegawainya, menyediakan tempat-tempat cuci tangan di berbagai titik, serta membagikan masker dan suplemen makanan untuk mendukung peningkatan imunitas pegawai. Pelayanan tatap muka pun untuk sementara dibatasi dan digantikan dengan layanan daring.

#PandemiCOVID19 #BeaCukaiKudus #KudusKotaSantri