Bea Cukai Kudus Gagalkan Pemuatan Rokok Ilegal dalam Mobil Pickup

706

Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Bea Cukai Kudus terus secara sigap menggempur peredaran rokok ilegal. Sangat disayangkan di tengah pandemi COVID-19 ini masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan genting untuk melakukan perbuatan melanggar hukum.

Sebagai salah satu instansi yang berwenang dalam mengumpulkan pungutan negara dibidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Kudus terus berupaya memastikan pengawasan berjalan normal. Hal tersebut ditunjukkan melalui penindakan terhadap peredaran rokok ilegal pada Kamis (30/04).

Penindakan diawali dari informasi dari masyarakat yang memberitahukan adanya pemuatan rokok ilegal menggunakan mobil pickup. Informasi didapat pada hari Rabu malam, segera tim berjaga hingga pagi dan mendapati mobil tersebut melintas.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyisiran dan pengejaran hingga mobil tersebut berhasil dihentikan di Jalan Lingkar Demak-Jepara pada Kamis pukul 05.50,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo.

Tim sedikit kesulitan karena pengemudi mengganti plat nomor kendaraan tersebut, namun tim dapat mengenali dari ciri-ciri yang didapat sebelumnya. Selanjutnya, dari pemeriksaan awal, ditemukan 29 karton berisi rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM). Rokok-rokok ilegal tersebut bermerk Bintang, Bintang Bold, dan Rohas siap edar tanpa dilekati pita cukai.

“Selanjutnya seorang sopir dan kernet berinisial MZ (27 tahun) dan AR (34 tahun) digiring menuju Kantor Bea Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Gatot.

Dari pencacahan yang telah dilakukan petugas, total rokok ilegal yang diangkut pickup tersebut sebanyak 464.000 batang dan ditaksir bernilai sebesar Rp 473.280.000,-. Keberhasilan penindakan tersebut telah menyelamatkan negara dari potensi kerugian sebesar Rp 275.300.480,-.

Atas penindakan yang telah dilakukan, sopir dan kernet diduga telah melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Kepada masyarakat diimbau agar mematuhi seluruh peraturan Bea Cukai terutama dengan tidak melakukan perbuatan atau membantu perbuatan mengedarkan rokok ilegal. Sayangi diri sendiri dan juga keluarga dengan tidak melakukan perbuatan ilegal.