Meredam Kepanikan, Bea Cukai Kudus Gelar Sosialisasi tentang Virus Corona

283

Kudus (12/3) – Coronavirus Desease-2019 (COVID-19) sedang menjadi topik utama pemberitaan di media. Virus yang menjangkit lebih di 100 negara ini, belum ditemukan vaksin dan juga obatnya. Tentunya virus corona ini menjadi momok yang menakutkan bagi dunia belakangan ini. Untuk itu, Bea Cukai Kudus menyelenggarakan Program Pembinaan Keterampilan Pegawai (P2KP) dengan tema Sosialisasi tentang Virus Corona oleh dr. Nurul At’tikah sebagai narasumber pada hari Kamis, 12 Maret 2020 di Aula Bea Cukai Kudus. Sebelum acara dimulai, Gatot Sugeng Wibowo memberikan sambutan dan arahan mengenai pola hidup sehat dalam menghadapi COVID-19 atau yang disebut virus corona. Beliau mengajak untuk makan makanan sehat dan juga tetap berolahraga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan jasmani.

Masuk ke materi tentang virus corona, sebenarnya apa itu Corona Virus Desease-2019 (COVID-19)? dr. Nurul At’tikah menjelaskan bahwa virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Virus ini dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada manusia. Beliau juga menjelaskan bahwa gejala penderita virus corona biasanya mengalami demam diatas atau sama dengan 38°C, batuk/pilek/sakit tenggorokan, dan juga pneumonia ringan hingga berat.

Lalu, bagaimana pencegahan virus corona? dr. Nurul At’tikah mengajak para pegawai untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar sistem kekebalan tubuh meningkat, mencuci tangan dengan bersih dan benar dengan menggunakan sabun yang berbasis alkohol karena dapat membunuh virus dan bakteri pada permukaan kulit, memperhatikan etika saat batuk atau bersin dengan menggunakan tisu atau lengan bagian atas dalam, hindari kontak dengan orang lain, hindari untuk menyentuh mata, mulut, dan hidung, gunakan masker saat sakit, serta tidak mengunjungi negara-negara yang terjangkit virus corona. Tak lupa juga beliau mengajak untuk memantau perkembangan virus corona di situs resmi dan tidak mudah percaya pada artikel yang beredar karena belum tentu kebenarannya.