Mengharukan, Ibu-Ibu Berikan Testimoni Keberhasilannya Gunakan KITE IKM

620

KUDUS (12/03/2020) – Kepabeanan merupakan salah satu aspek dalam industrial assistance dan trade facilitation yang mempunyai posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berkontribusi sebanyak 16% terhadap ekspor nasional, menyerap tenaga kerja sebanyak 97%, dan mendominasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 57% dari PDB.

Mengingat pentingnya eksistensi UKM, pemerintah hadir untuk memberikan fasilitas fiskal dan prosedural melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 177/PMK.04/2016 dengan membebaskan bea masuk dan tidak memungut PPN atau PPN dan PPnBM atas impor barang dan/atau bahan, dan/atau mesin yang dilakukan oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan tujuan ekspor, yang lebih dikenal dengan fasilitas Kemudahan Impkr Tujuan Ekspor (KITE) IKM. Fasilitas KITE IKM tersebut berpotensi membawa dampak positif bagi IKM atau Konsorsium KITE diantaranya menurunnya biaya produksi sehingga diharapkan terjadi peningkatan daya saing, meningkatnya modal usaha, semakin lancarnya arus barang dan produksi, output dan keuntungan juga semakin meningkat, serta semakin besarnya penyerapan tenaga kerja sehingga pengangguran menurun.

Supaya fasilitas KITE IKM banyak yang memanfaatkan, Bea Cukai Kudus menggelar Sosialisasi dan Sharing Session tentang KITE IKM di Jepara yang dihadiri oleh 70-an pengusaha kecil dan menengah di wilayah Kabupaten Jepara. Hari Tjahjo, Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai II, memaparkan penjelasan rinci tentang fasilitas KITE IKM, siapa saja yang berhak, dan bagaimana mendapatkannya. Para pengusaha IKM sangat antusias menyimak dan berdialog tentang tema menarik ini. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang begitu aktif pada sesi sharing session. Berbagai pertanyaan dan bahkan masukan disampaikan secara terbuka sebagai wujud nyata keseriusan menyambut fasilitas KITE IKM. Narasumber dari berbagai instansi terkait, yakni Drs. Fathan Subchi yang merupakan Wakil Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan dan Perbankan, Bea Cukai Kudus, Disperindag Kabupaten Jepara, KPP Pratama Jepara, dan Bank BNI Cabang Jepara, hadir dan berinteraksi langsung untuk menjelaskan apa saja yang dapat mereka lakukan untuk mendorong tumbuh kembangnya IKM melalui skema fasilitas KITE IKM.

Gatot Sugeng Wibowo, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, mengatakan supaya para pengusaha IKM menginformasikan apa saja kendala yang mereka hadapi untuk mendapatkan atau dalam menggunakan fasilitas KITE IKM. Bea Cukai Kudus siap berperan aktif memberikan asistensi untuk keberhasilan para pengusaha IKM dalam memanfaatkan fasilitas yang sangat mudah dan ramah bagi IKM tersebut.

Luqi Hermawanti dari PT Chakra Naga Furniture, perusahaan yang telah menggunakan fasilitas KITE IKM, turut tampil memberikan testimoni keberhasilannya. Dengan penuh semangat ia menerangkan masa-masa sulit yang pernah dilaluinya hingga akhirnya bertemu fasilitas KITE IKM.

“Dulu lahan yang saya miliki hanya 300-an meter persegi di pinggir sungai. Sekarang saya memiliki sekitar empat hektar lahan. Barang-barang saya telah diekspor ke berbagai negara dan karyawan saya semakin banyak. Bea Cukai sangat sigap membantu dan melayani. Bea Cukai juga sangat aktif memberikan sosialisasi sehingga Bapak Ibu dan kita semua tidak perlu repot-repot lagi mencari-cari informasi sendiri. Fasilitas KITE IKM ini sangat membantu. Pemerintah melalui Bea Cukai telah membuka kran-kran kemudahan itu. Kita tinggal datang memanfaatkannya. Asal kita serius, bersungguh-sungguh, dalam usaha dan memanfaatkan fasilitas KITE IKM, Tuhan yang Mahakuasa pun berkenan memilih kita sebagai jalan bagi perolehan rezeki masyarakat,” kata Luqi sambil terisak-isak karena terharu mengingat bagaimana perjuangan yang pernah ia lalui hingga kesuksesan yang kini ia nikmati.

#beacukaikudus #fasilitaskiteikm #usahakecilmenengah #industrikreatif #jeparakotaukir #kemenkeutepercaya #beacukaimakinbaik