P2KP khusus, Bea Cukai Kudus undang BPS dan BPJS

411

Kudus (9/3) – Program Pembinaan Keterampilan Pegawai (P2KP) bulan Maret diselenggarakan pada hari ini Senin, 9 Maret 2020 bertempat di Aula Bea Cukai Kudus. P2KP kali ini materi mengenai Sensus Penduduk Online dan Asuransi Kesehatan dibawakan oleh narasumber dari BPS Kabupaten Kudus dan BPJS Kesehatan Kabupaten Kudus. Selain bertepatan dengan jadwal Sensus Penduduk Online dari bulan Februari – Maret 2020, acara kali ini juga diharapkan dapat mengedukasi pegawai Bea Cukai Kudus dalam melakukan sensus penduduk secara online. Selain itu para pegawai juga diedukasi tentang pentingnya asuransi kesehatan dan manfaat keikutsertaan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Saya berharap dengan kegiatan seperti ini para pegawai dan PPNPN yang mengikuti mendapat ilmu lebih khususnya dalam hal asuransi kesehatan dan pentingnya sensus penduduk,” ujar Gatot dalam sambutannya pagi ini.

Materi pertama disampaikan oleh Mujiyana, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Kudus. Beliau menjelaskan tentang hak-hak yang dapat diperoleh para peserta BPJS. Mulai dari hak mendapat rujukan dari dokter keluarga hingga penanganan unit gawat darurat kepada peserta BPJS Kesehatan dan hak dalam mendapat kamar di rumah sakit. Selain itu Mujiyana juga berbicara mengenai penyesuaian iuran BPJS Kesehatan terbaru sesuai dengan Perpres nomor 75 tahun 2019.

“Kita harusnya bersyukur karena mendapat tubuh yang sehat. Sekarang Anda sekalian Saya ajak untuk melihat fakta. Banyak peserta BPJS yang cuci darah di rumah sakit. Antriannya pasti penuh di tiap rumah sakit. Sekali cuci darah bisa menghabiskan 1,25 juta rupiah, seminggunya 2 kali cuci darah. Coba hitung sebulan habis berapa? Kita patut bersyukur karena sehat dan dapat membantu saudara-saudara kita yang memang membutuhkan bantuan kita ini,” kata Mujiyana dalam penjelasannya mengenai salah satu manfaat BPJS.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Agung, staf BPS Kabupaten Kudus. Beliau menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam sensus penduduk online yang dapat diakses melalui situs sensus.bps.go.id. Sensus juga cukup dilakukan satu kali untuk masing-masing kartu keluarga. Agung juga menyampaikan bahwa data yang digunakan untuk sensus penduduk online adalah data yang didapat dari Disdukcapil per Juni 2019.

“Jadi untuk Kartu Keluarga yang terbit setelah bulan Juni 2019 tidak dapat melakukan sensus penduduk secara online, tapi menunggu petugas mendatangi Anda pada bulan Juli nanti,” kata Agung.