Bea Cukai Kudus Blusukan Pasar di Awal Tahun

479

Kudus (17/01) – Di tengah rintik hujan pada Kamis 16 Januari 2020, petugas Bea Cukai Kudus Blusukan ke Pasar Pecangaan, Jepara. Blusukan ini dalam rangka sosialisasi bertemakan “Gempur Rokok Ilegal”. Sasaran petugas adalah para pedagang kecil yang menjual rokok di pasar tersebut. Pada sosialisasi kali ini, Andung Heriawan, selaku Plt. Kepala Subseksi Layanan Informasi ikut turun ke lapangan untuk mengedukasi para pedagang tentang apa itu rokok ilegal dan ciri-ciri rokok ilegal beserta sanksi hukumnya serta cara sederhana mengidentifikasi keaslian pita cukai.

Pedagang yang dikunjungi petugas ternyata sudah banyak yang tahu dan paham tentang apa itu rokok ilegal dan bagaimana mengenalinya. Bahkan mereka pun juga sudah sadar untuk tidak menjual rokok ilegal di warung mereka. “Takut saya Mas jual rokok seperti itu. Takut digrebek, Saya,” tegas Zarah, salah satu pedagang di Pasar Pecangaan. “Ciri-ciri rokok ilegal yang paling gampang bisa dilihat dari harganya, biasanya rokok ilegal itu dijual di bawah Rp5.000,- per bungkusnya. Ciri lain adalah tidak dilekati bandrol (pita cukai), kalaupun dilekati bisanya palsu,” papar Andung. Sesuai pasal 54 Undang-undang Cukai setiap orang yang menjual rokok ilegal dipidana paling singkat 1 tahun penjara.

Tak lupa petugas menempelkan stiker bertuliskan “Gempur Rokok Ilegal” di toko-toko yang telah didatangi. Stiker ini sebagai tanda bahwasannya pedagang rokok juga ikut berkomitmen dalam pemberantasan rokok ilegal, dengan cara tidak lagi menjual rokok ilegal. Selain itu stiker juga sebagai tanda bahwasannya petugas Bea Cukai pernah mendatangi toko tersebut.Kegiatan sosialisasi ini akan terus dilakukan Bea Cukai untuk mengedukasi para pedagang dan mencegah peredaran rokok ilegal di masyarakat.