Shiroh Nabawiyah: Rekam Jejak Perjalanan Nabi Muhammad SAW

1604

Kudus (9/1) – Rabu, 8 Januari 2020 Bea Cukai Kudus kembali melaksanakan kegiatan kajian rutin yang diselenggarakan di Masjid Ghoiru Jami’ Al Fatah. Kajian rutin menghadirkan ustadz Abdul Hadi dari Pati sebagai narasumber. Kajian yang diikuti oleh para pegawai dan PPNPN membahas topik Shiroh Nabawiyah, yaitu rekaman seluruh mata rantai perjalanan Nabi besar Muhammad SAW dari lahir, kecil, remaja, dewasa, pernikahan, menjadi Nabi, perjuangannya yang heroik dan tantangan-tantangan besar yang dilaluinya, hingga wafatnya.

Dalam kajian tersebut diceritakan tentang hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kaum quraisy tidak suka Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah karena dikhawatirkan ajaran agama islam akan semakin meluas dan akhirnya islam bertambah kuat. Tapi Allah swt selalu melindungi rosulnya. Sebelum Nabi SAW meninggalkan rumah, para pemuda Quraisy dengan pedang terhunus telah mengepung sekeliling rumah Nabi Muhammad SAW dan siap membunuhnya jika keluar meninggalkan rumah. Allah melindungi Muhammad dengan firmannya dalam surat Yasin. Penglihatan mereka ditutup sehingga tidak dapat melihat.

Saat Muhammad bersembunyi di gua Tsur, Allah melindunginya dengan memerintahkan sepasang burung merpati bersarang di mulut gua serta sarang laba-laba yang mengindikasikan bahwa gua tersebut sudah lama belum pernah dimasuki seorang pun, sehingga kafir Quraisy batal memasuki gua.

“Setiap orang yang berjuang di jalan Allah pasti akan dilindungi”, tegas Abdul Hadi di tengah-tengah kajiannya. Semoga dengan kajian ini kita semua bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah swt dengan mengikuti semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya.