Bea Cukai Kudus Musnahkan 11 Juta Batang Rokok Ilegal

660

Kudus (20/12) – Sebagai tindak lanjut atas Operasi Gempur Rokok Ilegal yang telah dilakukan sepanjang tahun 2019, Bea Cukai Kudus melakukan pemusnahan terhadap barang hasil penindakan pada Jumat (20/12). Kegiatan ini merupakan serangkaian acara dengan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) eks-barang hasil penindakan yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY di Demak, Jawa Tengah.

Dwi Prasetyo Rini selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mengungkapkan bahwa jenis barang yang dimusnahkan antara lain rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) 11.634.254 batang dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 2.880 batang, tembakau iris (TIS) 836.500 gram, alat pemanas 145 buah, Cigarette Typping Paper (CTP) 194 rol, kertas etiket 761 kg, filter rokok 157 kg, serta pita cukai (diduga palsu) 13.682 keping.

“Barang tersebut merupakan hasil penindakan periode Januari s.d. Agustus 2019 dengan total jumlah Surat Bukti Penindakan (SBP) sebanyak 85.”, ungkap Rini. Barang-barang tersebut telah menjadi BMN sesuai Keputusan Penetapan BMN dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan telah mendapatkan persetujuan untuk dilakukan pemusnahan.

Pemusnahan dilakukan secara seremonial dengan membakar BMN di halaman Kantor Bea Cukai Kudus. Selanjutnya, dilakukan penandatangan Berita Acara Pemusnahan oleh Ketua Tim Pemusnahan, Ken Indarto dan perwakilan dari DJKN , yang disaksikan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kudus. Kemudian seluruh barang diangkut dengan 17 truk dan dilakukan pengawalan untuk dimusnahkan dengan ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kudus. Pemberangkatan BMN dilakukan oleh Rahmad Budiantara selaku Plh. Kepala Kantor.

“Total BMN yang dimusnahkan seberat ±20 ton, dengan perkiraan nilai barang sejumlah Rp8.384.252.990 dan potensi kerugian negara senilai Rp5.492.545.747.”, jelas Rini. Potensi kerugian negara ini dihitung berdasarkan nilai cukai, PPN Hasil Tembakau dan Pajak Rokok yang seharusnya dibayar.

Bea Cukai Kudus akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap rokok ilegal. “Hal ini bertujuan untuk menekan rokok ilegal sehingga dapat memberikan situasi kondusif terhadap peredaran Barang Kena Cukai (BKC) yang telah memenuhi ketentuan di bidang cukai.”, pungkas Rini.