Menilik Produksi Pabrik Rokok di Jepara

6666

Kudus (21/09) – Sejalan dengan fungsi Bea Cukai yaitu Industrial Assistance, Bea Cukai Kudus melaksanakan program Customs Visit to Customer. Kali ini Bea Cukai Kudus berkunjung ke PR KSM pada Jumat (20/09).

PR KSM merupakan pabrik rokok skala kecil yang berada di Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Pabrik ini memiliki enam merek rokok berjenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Target pemasarannya berada di beberapa wilayah di Jawa Barat, yaitu Majalengka, Bogor, dan Indramayu. Menurut kuasa PR KSM, pemasaran produknya terkendala dengan beredarnya rokok ilegal. “Produk kami kalah saing dengan rokok bodong (ilegal). Kami jual dengan harga sepuluh ribu, mereka (produsen rokok ilegal) jual sepuluh ribu dapat tiga.”, keluh Noor Alim.

Saat Bea Cukai Kudus meninjau kegiatan produksi, terlihat sekitar 40 s.d. 45 karyawan yang sedang bekerja memproduksi rokok SKT. Jadwal produksi pabrik ini tergantung dengan pesanan di pasaran. Saat pesanan banyak, produksi bisa dilakukan setiap hari. Namun, jika pesanan menurun, jadwal produksi hanya 3 hari dalam seminggu.

Selain merugikan penerimaan negara, rokok ilegal juga dapat menurunkan pasaran rokok legal, seperti yang dialami PR KSM. Maka dari itu, Bea Cukai terus berkomitmen untuk memerangi peredaran rokok ilegal tersebut.

Kegiatan Customs Visit to Customer ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang baik dan mengetahui kendala yang dialami stakeholder, sehingga Bea Cukai dapat mengambil suatu kebijakan atas permasalam tersebut. Selain itu, diharapkan juga dapat tercipta kepatuhan pengguna jasa yang meningkat.