Masyarakat Jepara Ikuti Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai

382

Kudus (19/9) – Bea Cukai Kudus kembali menjadi narasumber pada sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yang diadakan oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah Jepara. Sosialisasi kali ini diselenggarakan pada hari Kamis (19/9) di Aula Kantor Desa Kriyan, Kecamatan Kainyamatan, Jepara. Sosialisasi yang dihadiri oleh perangkat desa dan pedagang rokok eceran ini, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang ketentuan di bidang cukai, khususnya pada perizinan bahwa menjadi pengusaha hasil tembakau yang legal itu mudah.

Andung Heriawan selaku narasumber membuka materi dengan mengenalkan dasar cukai serta ciri-ciri rokok ilegal dan sanksinya. Peserta sosialisasi terlihat antusias saat Andung menerangkan cara mengidentifikasi rokok ilegal. “Kebanyakan rokok ilegal itu mereknya mirip dengan merek rokok terkenal, harganya murah, dan tanpa pita cukai.” jelas Andung sembari melihatkan contoh kemasan rokok ilegal. Sanksi yang diatur di Undang-Undang Cukai cukup berat. Pidana penjara maupun denda. Dalam Undang-undang diatur sanksi minimal pidana penjara yang diberikan adalah satu tahun penjara. Jika terbukti bersalah, walaupun hanya pelanggaran kecil, hakim tidak bisa memvonis tersangka dengan hukuman di bawah satu tahun. “Satu tahun sebentar atau lama Bapak- bapak dan Ibu-ibu? Lama”, jawab peserta serentak.

“Zaman sekarang untuk mendapatkan izin sangat mudah, cepat dan gratis. Bisa dilakukan dari rumah cukup dengan mengakses laman Online Single Sumbmission (OSS),” papar Andung. Setiap orang yang ingin memiliki usaha rokok, wajib memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). NPPBKC diterbitkan oleh kantor Bea Cukai. Syaratnya sangat mudah, cukup membuat surat permohonan dan melampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB dapat diperoleh setelah mendaftar ke laman OSS lalu ikuti langkah-langkahnya.

Terakhir, Andung mengimbau kepada peserta sosialisasi untuk tidak terlibat dalam aktivitas produksi rokok ilegal. Selain itu, diharapkan kepada masyarakat apabila mengetahui informasi adanya peredaran rokok ilegal, dapat melaporkan ke Kantor Bea Cukai melalui layanan media sosial maupun telepon kantor. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat Desa Kriyan mengenai ketentuan di bidang cukai, khususnya dalam hal perizinan dan identifikasi rokok ilegal.