Kenali Sejarah dan Perkembangan Kretek, Bea Cukai Kudus Kunjungi Museum Kretek

785

Kudus dikenal sebagai pusat perkembangan agama Islam dengan landmark Masjid Menara Kudus serta adanya keberadaan makam Sunan Kudus dan Sunan Muria yang merupakan tokoh-tokoh dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Selain itu, Kudus juga dikenal sebagai Kota Kretek karena merupakan kota dengan penghasil rokok kretek terbesar. Berkembangnya industri kretek di Kudus saat ini tidak terlepas dari awal penemuan masyarakat Kudus akan adanya kretek.

Museum Kretek yang ada di Kudus menjadi museum yang mengedukasi masyarakat mengenai sejarah kretek. Museum yang diresmikan pada 3 Oktober 1986 ini, menyuguhkan kisah sejarah dari awal ditemukannya rokok kretek hingga perkembangan industri rokok. Berbagai koleksi alat-alat produksi rokok juga tersimpan di sana, mulai dari alat giling, alat perajang tembakau, hingga miniatur masyarakat Kudus saat memproduksi rokok.

Keberadaan pabrik rokok tidak terlepas dari pengawasan Kantor Bea Cukai. Hal ini dibuktikan dengan adanya dokumen permohonan izin untuk pengiriman Barang Kena Cukai yang terdapat di display museum Kretek. Dalam dokumen tersebut tertulis Toean Coekai Koedoes sebagai penerima surat dari perusahaan rokok pertama dan terbesar di Kudus yang pada tahun 1947.

Kepala Museum Kretek, Kasman Sutiyono mengatakan bahwa pihak museum akan menambahkan beberapa benda yang menjadi koleksi tambahan. “Untuk memaksimalkan objek sejarah yang ada, kami akan menambahkan beberapa koleksi benda.”, ujar Kasman.

Tak ketinggalan, Bea Cukai Kudus turut memberikan kontribusi untuk Museum Kretek dalam pelestarian sejarah kretek dan perkembangan industri rokok saati ini. Bea Cukai Kudus akan menyumbangkan contoh-contoh rokok serta memberikan data eksistensi perusahaan rokok dan produksi kretek. Dengan ini, diharapkan Museum Kretek dapat digunakan secara maksimal untuk pelestarian dan pengenalan sejarah kepada seluruh masyarakat.