“Ngangsu Kawruh” Bea Cukai Kudus Studi Banding ke Kawasan Berikat Mandiri

752

Kudus (13/09) – “Ngangsu Kawruh” merupakan pepatah jawa yang artinya menimba ilmu atau belajar. Selasa (10/09) Bea Cukai Kudus yang diwakili oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Dwi Prasetyo Rini dan Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai, hari Tjahjo mengajak 12 orang perwakilan Kawasan Berikat di wilayahnya untuk melakukan studi banding ke Kawasan Berikat Mandiri yang ada di Semarang. Tujuannya adalah agar perwakilan Kawasan Berikat memiliki gambaran tentang apa yang harus dilakukan untuk menjadi Kawasan Berikat Mandiri. Tempat yang dituju adalah PT Fukuryo Indonesia dan PT Ara Shoes Indonesia. Kedua perusahaan tersebut berada di bawah pengawasan Kantor Bea Cukai Semarang dan telah mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat Mandiri.

Setibanya di PT Fukuryo Indonesia rombongan disambut oleh General Managernya, Yamakisi, serta tim dari Bea Cukai Semarang yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai, Agung Saptono. PT Fukuryo Indonesia telah menyandang sertifikat Authorized Economic Operator (AEO). Terletak di Kawasan Industri Bumi Semarang Baru (BSB) memiliki 1.200 karyawan dengan produknya berupa jas. Di PT Fukuryo Indonesia dilaksanakan presentasi sekaligus sharing session tentang Kawasan Berikat Mandiri. Perwakilan kawasan berikat dari Bea Cukai Kudus memanfaatkan momen ini untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya terkait IT Inventory, alur barang masuk dan keluar, laporan bulanan, stock opname dan mekanisme penanganan kelebihan barang atau kekurangan barang. Bea Cukai Semarang sesekali menimpali mengenai kebijakan yang akan dijalankan Bea Cukai dalam kondisi tertentu.

Usai mengunjungi PT Fukuryo Indonesia , perjalanan dilanjutkan ke PT Ara Shoes Indonesia yang terletak di Desa Ngobo. PT Ara Shoes Indonesia berdiri sejak tahun 1949, merupakan perusahaan PMA dari Jerman yang memiliki dengan 1.820 karyawan dengan produknya berupa sepatu. “ Terima kasih atas kepercayaannya telah melakukan studi banding di perusahaan kami, tidak usah ragu dan takut untuk mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat Mandiri, adanya cuma enak, enak dan enak”., ujar Lukas selaku Manager dari PT Ara Shoes Indonesia. Tidak berbeda dengan yang terjadi di PT Fukuryo Indonesia, di PT Ara Shoes Indonesia terjadi diskusi dan tanya jawab seputar penanganan subkontrak, scrap, pemasangan segel, kewenangan bagian ekspor-impor (eksim) apabila telah menjadi Kawasan Berikat mandiri.

Sesuai PMK-131/PMK.04/2018 Kawasan Berikat Mandiri adalah Kawasan Berikat yang memiliki kategori Layanan Hijau dan memenuhi beberapa kriteria, yaitu merupakan perusahaan Authorized Economic Operator (AEO), telah memenuhi ketentuan dalam penerapan IT Inventory dan pendayagunaan CCTV, memiliki volume dokumen pemasukan dan pengeluaran barang yang tinggi, memerlukan layanan kepabeanan dan cukai 24/7 serta merupakan wajib pajak yang patuh.

Dari studi banding ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada perwakilan Kasawan Berikat Bea Cukai Kudus tentang berbagai kemudahan yang akan didapatkan apabila menjadi Kawasan Berikat Mandiri mereka tertarik dan berlomba-lomba agar dapat memperoleh predikat sebagai Kawasan Berikat Mandiri.