Kunjungi Pasar Tradisional, Bea Cukai Kudus Lakukan Sosialisasi dan Operasi Rokok Ilegal

1166

Kudus (21/08) – Tim Bea Cukai Kudus menegaskan kepada para pedagang agar tidak menjual rokok ilegal serta melaporkan ke Kantor Bea Cukai Kudus apabila mengetahui atau menemui rokok ilegal. Imbauan tersebut disampaikan dalam sosialisasi yang dilakukan pada Rabu (21/08), di pasar Gembong, Pati. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat mengenali ciri-ciri rokok ilegal sehingga dapat menekan peredaran dan memutus distribusi rokok ilegal.

Peredaran rokok ilegal yang terdapat di tengah masyarakat merupakan tantangan besar bagi pemerintah. Dampak negatif yang ditimbulkan dari rokok ilegal sangat merugikan masyarakat di berbagai bidang. Untuk itu masyarakat perlu memiliki pengetahuan dasar agar dapat mengenali perbedaan antara rokok legal dan ilegal. Sebagai institusi pemerintah yang memiliki wewenang dalam bidang cukai, Bea Cukai memegang peran penting untuk memberikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat.

Melalui program sosialisasi keliling dan operasi pasar, tim Bea Cukai Kudus yang terdiri dari Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (Seksi PLI) dan Seksi Intelijen dan Penindakan (Seksi Inteldak) memberikan edukasi dan pengawasan terkait rokok ilegal kepada beberapa pedagang di Pasar Gembong, Pati. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi para pedagang terkait dengan aturan hukum yang berlaku tentang cukai, risiko yang mengancam kesehatan dan risiko yang mengakibatkan hak negara berupa penerimaan negara dari sektor cukai tidak tercapai, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsekuensi dan hukuman yang berlaku terkait pembelian, penjualan dan kepemilikan rokok ilegal.

Tim Bea Cukai Kudus juga menjelaskan kepada pedagang tentang bagaimana cara mengidentifikasi rokok ilegal. Tim menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengenali rokok ilegal, antara lain ada tidaknya pita cukai, asli atau tidaknya pita cukai, kesesuaian kode personalisasi, kesesuaian peruntukan serta apakah pita cukai yang digunakan merupakan pita cukai baru atau bekas pakai.

“Sosialisasi ini sangat bagus dan bermanfaat karena dapat menambah wawasan untuk saya terkait rokok ilegal.” ungkap Suparti, salah satu pedagang di Pasar Gembong.

Kemudian, tim melakukan operasi dengan memeriksa stok penjualan rokok di toko tersebut. Tim menemukan sebanyak 2.040 batang rokok ilegal jenis SKM pada dua toko dari empat toko yang didatangi dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp 1.458.600,00 dan total potensi kerugian negara sebesar Rp 963.013,00. Atas barang hasil penindakan tersebut dilakukan pengamanan dengan membawa ke Kantor Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.