Bea Cukai Kudus Ajak Mahasiswa PKL PKN STAN Kunjungi Perusahaan

868

Kudus (16/08) – Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Kepabeanan dan Cukai dan juga mengetahui secara langsung proses bisnis pada perusahaan, Bea Cukai Kudus mengajak mahasiswa PKL PKN STAN berkunjung ke perusahaan. Kunjungan ini dilakukan ke 2 perusahaan yang berada di bawah pengawasan Bea Cukai Kudus. Mereka adalah Kawasan Berikat PT. Hwaseung Indonesia dan perusahaan rokok PT. Aroma Tobacco International. Kunjungan ini dilaksanakan pada Kamis (15/08) dan Jumat (16/08).

PT. Hwaseung Indonesia (HWI) merupakan salah satu kawasan berikat di Jepara yang memproduksi sepatu merk Adidas. Sebagai perusahaan yang memperoleh fasilitas kawasan berikat, HWI mendapatkan penangguhan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor. Di HWI mahasiswa PKL PKN STAN diajak berkeliling perusahaan melihat proses produksi sepatu. Dari mulai bahan baku, proses cutting, sewing, assembling sampai finishing.

Proses pembuatan sepatu membutuhkan banyak sekali material bahan baku. Dari berbagai material tersebut disatukan hingga menjadi sebuah sepatu yang siap kita pakai. Mereka melihat ketatnya standar yang diterapkan HWI dalam memproduksi sepatu. Sepatu yang sudah jadi harus diuji oleh seorang quality control (QC), dia akan mengecek kesempurnaan dari sepasang sepatu. Sebelum dipacking, sepatu juga harus lolos dari mesin metal detektor. Hal ini untuk menjamin bahwa sepatu yang akan dijual benar-benar bebas dari material logam yang mungkin saja masih tertinggal.

Keesokan hari kunjungan dilanjutkan ke perusahaan rokok PT. Aroma Tobacco International (ATI) di Kudus. ATI merupakan perusahaan rokok yang memproduksi rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan juga Sigaret Kretek Mesin (SKM). Di ATI ini mahasiswa PKL PKN STAN dapat melihat secara langsung proses pembuatan rokok SKT maupun SKM dari mulai bahan baku sampai dengan pengemasan. Mereka diajak berkeliling pabrik, mulai dari bagian pencampuran tembakau dan cengkeh, dilanjutkan ke bagian pelintingan rokok (giling), pengemasan rokok, pelekatan pita cukai sampai pengepakan rokok.

Mahasiswa PKL PKN STAN jadi mengetahui perbedaan proses pembuatan rokok SKT dengan SKM. Dari segi kecepatan rokok SKM jauh lebih cepat dan lebih efisien dalam memproduksi rokok. Hanya sedikit pekerja yang dibutuhkan. Berkebalikan dengan rokok SKT, yang membutuhkan banyak sekali tenaga kerja dengan hasil produksi yang lebih sedikit. Inilah yang membuat pemerintah membedakan tarif cukai antara SKT dan SKM. Tarif cukai SKT jauh lebih murah dibandingkan tarif cukai SKM karena SKT lebih banyak memberdayakan manusia, sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Dengan kunjungan tersebut, diharapkan mahasiswa PKL PKN STAN dapat mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Sehingga nantinya siap menjadi pegawai Bea Cukai serta menerapkan ilmu yang diperolehnya saat bekerja di lapangan kelak.