Panggung Wayang Kulit Getarkan Tanah Jepara

919

Kudus (05/08) – Dalam rangka sosialisasi gempur rokok ilegal, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara mengadakan Dialog Interaktif dan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk bersama Dalang Ki Hadi Purwanto dengan Lakon “Semar Mbabar Jati Diri” di Halaman Kantor Diskominfo, Kabupaten Jepara. Bertajuk “Bersinergi Berantas Rokok Ilegal”, Diskominfo Jepara gandeng Plt. Bupati Jepara, Bea Cukai Kudus, dan Sekretariat DBHCHT Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi narasumber pada acara tersebut.

Sebelum pertunjukkan wayang dimulai, acara didahului dengan doa, laporan dari Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara, dan penyerahan wayang kulit secara simbolis kepada Dalang Ki Hadi Purwanto. Kemudian acara dilanjutkan dengan pertunjukkan wayang kulit. Ditengah pertunjukkan tersebut, acara diselingi dengan dialog interaktif bersama narasumber.

“Jumlah peredaran rokok ilegal harus diturunkan, karena rokok ilegal itu tidak membayar cukai kepada pemerintah. Padahal cukai dari rokok pada nantinya akan dikembalikan kepada pemerintah daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.” – jelas Lilik, Kepala Diskominfo Jepara, mewakili Plt. Bupati Jepara.

Kemudian pada kesempatan tersebut, Dwi Prasetyo Rini selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus menjelaskan mengenai rokok ilegal dan sanksinya menurut Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai.

“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dapat dipidana penjara satu sampai lima tahun dan/atau denda sebanyak 2 sampai 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.” – papar Rini.

Materi dilanjutkan oleh Een Erliana, selaku perwakilan dari Sektretariat DBHCHT Provinsi Jawa Tengah. Een mengupas tuntas mengenai DBHCHT, mulai dari pengertian, penggunaan, hingga pembagiannya untuk tiap provinsi yang menerima dana tersebut.

“Pada tahun 2018, Provinsi Jawa tengah memperoleh DBHCHT sebesar 713 miliar. Jawa Tengah merupakan provinsi penerima DBHCHT terbesar kedua setelah Provini Jawa Timur.” – ungkap Een.

Setelah pemaparan materi, diberikan kesempatan bagi para penonton untuk menyampaikan pertanyaan. Pada sesi ini, para penonton tampak sangat antusias dalam menanggapi apa yang telah dijelaskan oleh narasumber.

Dengan diadakannya sosialisasi melalui pagelaran wayang kulit ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan kerugian yang dapat ditimbulkan dari rokok ilegal. Selain itu, diharapkan angka peredaran rokok ilegal dapat menurun hingga 3% atau lebih sesuai dengan target yang telah ditetapkan untuk tahun 2019.