Diskominfo Blora Gandeng Bea Cukai Kudus dalam Pemanfaatan DBHCHT

435

Kudus (30/7) – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) merupakan bagian dari anggaran transfer ke daerah yang dibagikan kepada provinsi penghasil cukai dan/atau provinsi penghasil tembakau. Dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor: PMK-222/PMK.07/2017 Pemanfaatan DBHCHT sudah ditetapkan, yaitu untuk:
a. Peningkatan kualitas bahan baku
b. Pembinaan industry
c. Pembinaan lingkungan social
d. Sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan/atau
e. Pemberantasan barang kena cukai ilegal
Minimal 50% DBHCHT yang diterima setiap daerah harus diprioritaskan untuk mendukung Jaminan Kesehatan Nasional.

Kabupaten Blora sebagai salah satu penerima DBHCHT ikut serta memanfaatkan penggunaan dananya untuk turut serta menyosialisasikan ketentuan di bidang cukai dan juga ikut andil dalam pemberantasan barang kena cukai ilegal, khususnya rokok ilegal. Pada Selasa, 30 Juli 2019 Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Blora melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bea Cukai Kudus. Kunjungan kerja ini khusus membahas mengenai pemanfaatan DBHCHT.

Tim dari Diskominfo Kabupaten Blora yang berjumlah 4 orang disambut oleh Dwi Prasetyo Rini selaku Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus. Mereka menanyakan materi apa yang layak diberikan sebagai bahan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat Blora. Ini merupakan sinergi yang bagus bagi Bea Cukai Kudus, mengingat Kabupaten Blora adalah wilayah terjauh yang masih berada di bawah pengawasan Bea Cukai Kudus.

Rini menjelaskan materi tentang rokok ilegal beserta sanksi hukumnya, bentuk fisik serta identifikasi sederhana pita cukai, serta memberikan contoh-contoh rokok ilegal dan pita cukai palsu. “Secara kasat mata, pita cukai palsu akan mudah dibedakan dari pita cukai asli. Pita cukai palsu akan tampak buram, blur dan tidak terbaca jelas,” jelas Rini.

Supan selaku sekretaris Diskominfo Kab. Blora mengutarakan niatnya untuk menyosialisasikan pemberantasan rokok ilegal melalui pemasangan baliho, pemasangan iklan layanan masyarakat di radio serta dikemas dalam bentuk seni daerah berupa pertunjukan ketoprak dan wayang kulit.

Sinergi yang baik antara Bea Cukai Kudus dan Pemerintah Daerah Blora diharapkan dapat menyerap anggaran penggunaan DBHCHT sesuai peruntukannya. Output yang diharapkan dari sosialisasi dan edukasi ini adalah tersebarnya informasi pemberantasan rokok ilegal kepada masyarakat di seluruh pelosok Blora. Sedang outcomenya adalah ikut menekan peredaran rokok ilegal di Indonesia.