Bea Cukai Kudus Dorong Industri Mebel Manfaatkan Fasilitas KITE

602

Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) merupakan salah satu fasilitas Menteri Keuangan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dengan menggunakan fasilitas ini, barang impor yang diolah, dirakit atau dipasang pada barang yang nantinya akan diekspor dapat diberikan pembebasan atau keringanan bea masuk. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam negeri untuk dapat bersaing di kancah internasional sesuai dengan tugas Bea Cukai sebagai trade fasilitator dan industrial assistance.

Sebagai agen fasilitas, Bea Cukai Kudus berperan aktif dalam asistensi dan edukasi terhadap perusahaan-perusahaan yang berpotensi untuk dapat diberikan fasilitas KITE maupun KITE Industri Kecil Mengah (IKM). Maka, pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2019, Bea Cukai kudus melakukan asistensi ke dua perusahan yang sama-sama bergerak pada bisnis furniture, yaitu PT Ticonville Indonesia dan PT Good Wood Interior. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Didit Ghofar selaku Kepala Subseksi Penyuluhan dan Andung Heriawan selaku Plt. Kasubsi Layanan Informasi . PT Ticonville Indonesia yang beralamatkan di Desa Bawu RT 26 RW 05 Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. PT Ticonville Indonesia merupakan perusahan furniture dengan hasil barang jadi seperti meja, kursi, dan barang-barang jadi lainnya dalam bidang permebelan. Dengan omset lebih dari 50 Milyar setiap tahunnya, Bea Cukai Kudus mengarahkan agar PT Ticonville Indonesia dapat menjadi Perusahan KITE. Saat asistensi, tim ditemui oleh 3 orang perwakilan perusahaan dan terjadi dialog hangat tanya jawab seputar dana yang dijaminkan pada bank.

Pada kesempatan itu juga, Didit dan Andung menyatakan bahwasannya jika nantinya perusahaan mendapatkan fasilitas KITE tersebut, perusahaan dapat diberikan kemudahan berupa pembebasan Bea Masuk serta tidak dipungut PPN atas importasi bahan baku yang akan diolah, dirakit atau dipasang pada barang lain untuk tujuan ekspor. Dengan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi cost production , sehingga harga mebelnya dapat lebih bersaing dalam perdagangan internasional.

Selanjutnya tim menuju ke PT Good Wood Interior yang beralamatkan di Desa Bawu Dologan RT 02 RW 01 Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Berbeda dengan perusahaan sebelumnya, kali ini tim langsung bertemu pemilik perusahaan yang merupakan warga negara Prancis dan telah berdomisili di Indonesia sejak 25 tahun lalu. PT Good Wood Interior yang juga bergerak dalam bisnis furniture, diarahkan untuk menggunakan fasilitas KITE IKM, hal ini karena omset penjualan pertahunnya masih di bawah 50 Milyar. Mr. Brisk selaku manajer perusahaan dari PT Good Wood Interior mengungkapkap keinginannya agar dapat memanfaatkan fasilitas KITE IKM. Beliau tertarik dengan pembebasan Bea Masuk dan PPN barang impornya. Dengan adanya fasilitas KITE/ KITE IKM ini Bea Cukai Kudus berharap agar perusahaan yang berorientasi ekspor dapat benar-benar memanfaatkannya. Bea Cukai Kudus akan senantiasa mendorong industri kecil dan menengah untuk melakukan ekspor.