Kunjungi Industri Mebel, Bea Cukai Tawarkan Fasilitas KITE-IKM

1541

Kudus, 25 April 2019 – Guna memperkenalkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor – Industri Kecil dan Menengah (KITE-IKM) Bea Cukai Kudus mengunjungi PT Aristo Craft Puncak Jaya Sejati dan CV Aulia Jati Indofurni di Kabupaten Jepara pada Kamis 25 April 2019. Kedua perusahaan sama-sama memproduksi barang mebel/ furniture. “Jika memakai fasilitas KITE-IKM perusahaan bisa menghemat biaya produksi, dari pembebasan Bea Masuk serta tidak dipungut PPN, sehingga harga barang bisa bersaing,’’ jelas Andung Heriawan selaku Plt. Kasubsi Layanan Informasi Bea Cukai Kudus.

Maskur selaku pemilik CV Aulia Jati Indofurni menjelaskan bahwa perusahaannya telah banyak melakukan ekspor mebel ke negara-negara di Eropa. Produk yang dihasilkan adalah furniture garden, yaitu mebel yang khusus dipakai untuk luar ruangan, seperti kursi taman, meja taman, bangku taman dengan berbagai model dan ukuran. Kapasitas ekspornya cukup besar, sekitar 45 – 60 kontainer tiap bulannya. Bahan baku utama adalah kayu jati ditambah bahan lainnya seperti sekrup, baut dan engsel impor yang dibelinya dari importir lokal.

 

Sugiyono selaku bagian ekspor dari PT Aristo Craft Puncak Jaya Sejati juga memaparkan tentang perusahaannya. Produk yang dihasilkan adalah mebel untuk interior, seperti kursi, meja, meja dengan laci, kaca cermin, almari dengan berbagai model dan ukuran. Bahan baku yang dipakai adalah kayu mahoni, kayu oak, kain pelapis kursi dan busa untuk dudukan kursi. Pangsa ekspor adalah United Kingdom, Dubai dan China. Bahan baku kain dan busa dibeli local, harapan Sugiono mau melakukan impor sendiri apabila telah menggunakan fasilitas KITE-IKM.

Seperti kita ketahui bersama fasilitas KITE-IKM diluncurkan pertama kalinya oleh Presiden RI, Joko Widodo, di sentra kerajinan tembaga, Tumang, Boyolali, Jawa Tengah. KITE-IKM merupakan fasilitas pembebasan Bea Masuk serta tidak dipungut PPN atas barang yang diimpor. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas KITE-IKM agar memiliki daya saing produk nasional dengan luar negeri yang pada ujungnya dapat meningkatkan ekspor.