Sinergi dengan Satpol PP Blora, Bea Cukai Kudus sosialisasi di 8 Kecamatan

754

Kudus (26/3) Upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal terus dilakukan melalui upaya preventif dan represif. Upaya preventif dengan mengedukasi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, iklan di radio, taklshow radio dan pemasangan banner. Upaya represif dilakukan oleh tim pengawasan dengan penindakan dan operasi pasar.

Bersinergi dengan Satpol PP Kabupaten Blora, Bea Cukai Kudus hadir sebagai narasumber sosialisasi ketentuan Cukai dan Pemberantasan rokok ilegal. Sosialisasi yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini diadakan serentak di delapan kecamatan Kabupaten Blora, diselenggarakan secara marathon dari tanggal 12 s.d. 26 Maret 2019. Dwi Prasetyo Rini, Didit Ghofar, dan Andung Heriawan secara bergantian mengisi acara tersebut. Acara sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan dari kecamatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, dari Polsek, perwakilan dari Koramil dan masyarakat umum yang menjual rokok.

Acara sosialisasi dilaksanakan dalam 2 (dua) sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Suripto, selaku Kepala Bidang Penegakan Hukum Peraturan Daerah Satpol PP Blora yang memberikan materi tugas dan fungsi Satpol PP dalam menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat. Lebih lanjut Suripto menjelaskan tentang tugas Satpol PP dalam kaitannya dengan rokok ilegal.

Di sesi kedua Bea Cukai Kudus memaparkan materi terkait ketentuan di bidang cukai. Ada 4 (empat) materi yang dipaparkan, yaitu: konsep dasar cukai, rokok ilegal, sanksi hukum serta ciri-ciri rokok ilegal. “Rokok ilegal adalah rokok yang tidak dilekati pita cukai, rokok yang dilekati pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bekas, rokok yang dilekati pita cukai yang bukan haknya dan rokok yang dilekati pita cukai yang bukan peruntukannya,” terang Rini, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. “Rokok ilegal merugikan negara karena tidak membayar cukai, lanjut Didit, Kepala Subseksi Penyuluhan. Di lain kesempatan Andung Heriawan selaku Plt. Kepala Subseksi Layanan Informasi menjelaskan tentang sanksi hukum sesuai undang-undang cukai. Sesuai pasal 54 undang-undang cukai, barangsiapa yang menjual rokok yang tidak dilekati pita cukai dikenakan sanksi pidana penjara 1 s.d. 5 tahun dan/atau denda 2x s.d. 10x nilai cukai.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Blora dapat memahami ketentuan di bidang cukai serta dapat ikut berpartisipasi memerangi peredaran rokok ilegal. Caranya adalah dengan menyampaikan informasi apapun terkait rokok ilegal. Informasi dapat disampaikan ke Bea Cukai Kudus melalui berbagai saluran pengaduan, bisa datang langsung, melalui telpon, whatsapp, media social, ataupun melalui email.