Lakukan Fungsi Industrial Assistance, Bea Cukai Kudus Adakan Customs Clinic

453

Sebagai agen fasilitas, Bea Cukai Kudus berhasil menambah deretan perusahaan pengguna fasilitas kawasan berikat pada awal tahun 2019. Dalam rangka menyosialisasikan ketentuan dan melakukan asistensi kepada pengusahan kawasan berikat, Bea Cukai Kudus lakukan Customs Clinic kepada PT DCP Travelling Products. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat (22/03) dengan mengunjungi perusahaan yang baru saja mendapat fasilitas kawasan berikat ini.

Sutopo Ari Subagyo selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dengan Dwi Prasetyo Rini selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan informasi menjelaskan kewajiban yang harus dilakukan oleh pengusaha kawasan berikat.

“Apabila membuat dokumen pemberitahuan pabean, harus sesuai dengan fisik barang. Sesuai dengan jenis, jumlah dan nilainya.”, ungkap Sutopo kepada pengurus ekspor impor pengusaha kawasan berikat.

Selain itu, Sutopo juga menerangkan larangan dan sanksi yang dikenakan apabila pengusaha kawasan berikat melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.

Pada sesi diskusi, Sutopo memersilakan para peserta untuk bertanya terkait Ketentuan Kawasan Berikat, terlihat para peserta yang hadir begitu antusias dalam bertanya
kepada narasumber.

Perlu diketahui bahwa kawasan berikat merupakan tempat penimbunan berikat untuk menimbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan sebelum diekspor atau diimpor untuk dipakai. Terdapat fasilitas yang diberikan kepada pengusaha kawasan berikat berupa penangguhan bea masuk dan tidak dipungutnya PPN, PPnBM, dan Pajak PPh Pasal 22 impor atas impor barang modal.

Dengan adanya Customs Clinic ini, diharapkan pengusaha kawasan berikat memahami ketentuan dan kewajiban yang harus dilaksanakan serta mengetahui larangan dan sanksi untuk pengusaha kawasan berikat.