Al-Quran Petunjuk Kehidupan Umat Manusia

777

Bimbingan mental pegawai beragama muslim rutin diadakan seminggu sekali oleh Bea Cukai Kudus. Hari Rabu, 20 Maret 2019 bertempat di Masjid Ghoiru Jami Al-Fattah, Ustadz Nailul Huda memberikan kajian tentang tafsir surat Luqman ayat 1-6. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pegawai, CS, adik-adik OJT dan PKL.

Bahwasannya ayat-ayat dalam Al-Quran merupakan firman Allah SWT yang mengandung banyak hikmah. Ayat-ayat Al-Quran akan menjadi petunjuk bagi siapa saja yang mau melakukan kebaikan (muhsinin). Orang yang bisa memperoleh petunjuk dalam Al-Quran ditentukan berdasarkan tingkat keimanannya. Tingkat keimanan seseorang digolongkan menjadi 3 level, yaitu:

  1. Muslim adalah seorang manusia yang telah menerima dan mengikrarakan Islam sebagai agamanya dengan mengucapkan kalimat syahadat.
  2. Mukmin adalah orang Islam yang beriman.
  3. Muhsin orang mukmin yang mencapai tahap Ihsan, ketika kita menyembah Allah seolah-olah kita melihatnya dan Allah mengawasi kita.

Seseorang dikatakan telah mencapai level muhsin yaitu apabila ia mendirikan solat, menunaikan zakat, dan meyakini adanya akhirat.  Ciri-ciri orang yang meyakini adanya hari akhir dan kehidupan setelahnya yaitu tidak bisa hidup tenang saat di dunia dan memiliki semangat yang tinggi dalam beribadah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan solat (bukan sekadar melaksanakan solat), yaitu:

  1. Syarat dan rukunnya terpenuhi.
  2. Waktunya terjaga (tidak menunda solat).
  3. Terjaga kekhusyukannya dalam solat.
  4. Jamaah.
  5. Bisa membentengi diri dari maksiat.

Orang-orang yang mendapat petunjuk dari Al-Quran merupakan orang-orang yang beruntung.

Selanjutnya Ustadz Nailul Huda menjelaskan tentang lahwal  hadits (percakapan  kosong). Ada empat pengertian mengenai lahwal hadits tersebut, yaitu:

  1. Nyanyian yang jelek, tidak ada artinya, dan mengajak untuk menjauhi Allah.
  2. Menyewa biduan atau penyanyi untuk menyanyikan lagu yang buruk.
  3. Setiap omongan yang didalamnya tidak ada manfaatnya.
  4. Setiap ucapan yang didalamnya mengandung unsur kebohongan.

Melalui kegiatan bintal ini diharapkan para pegawai Bea Cukai Kudus dapat meningkatkan kualitas ibadah dan tingkat keimanan  diri, sehingga dapat hidup bahagia di alam akhirat nanti.