Lakukan Tugas Agen Fasilitas, Bea Cukai Kudus Kunjungi Perusahaan Furniture Ritz Gallery

638

Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor Per-42/BC/2017 tentang agen fasilitas tempat penimbunan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor, Bea Cukai Kudus melakukan penggalian potensi perusahaan berorientasi ekspor di wilayah Kab. Jepara. Kali ini Bea Cukai Kudus mendatangi PT. Ritz Gallery yang notabene adalah perusahaan mebel berorientasi ekspor. Jumlah ekspor Ritz Gallery mencapai rata-rata 8 kontainer panjang (ukuran 40’) tiap bulannya dengan negara tujuan ekspor adalah Korea. Barang yang diekspor berupa meja, kursi, almari, dan furniture lainnya. Dengan omset mencapai 25 miliar di tahun 2018 Ritz Gallery memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas ini.

Mendapatkan informasi tentang fasilitas KITE-IKM saat mengikuti sosialisasi KITE-IKM yang diadakan oleh Bea Cukai Kudus beberapa saat sebelumnya Ritz Gallery tertarik untuk memanfaatkannya. Tahap awal Ritz Gallery mencari informasi dengan mendatangi Bea Cukai Kudus. Sebagai bentuk tindak lanjut, Bea Cukai Kudus melaksanakan tugas sebagai agen fasilitas untuk memberikan konsultasi dan bimbingan kepada Ritz Gallery agar memanfaatkan fasilitas KITE-IKM. Tidak hanya bea masuk yang tidak dipungut tapi juga pembebasan PPN saat perusahaan mengimpor bahan baku. Ini tentunya akan menghemat biaya produksi yang outputnya adalah harga barang menjadi lebih murah sehingga dapat bersaing di kancah perdagangan internasional.

Rabu, 27 Februari 2019 – Andung Heriawan selaku Plt. Kasubsi Layanan Informasi mendatangi secara langsung PT. Ritz Gallery. Ditemui oleh Soviana selaku marketing manajer, Andung menjelaskan secara garis besar fasilitas KITE-IKM, mulai dari persyaratan, proses impor bahan baku, periode KITE-IKM sampai laporan pertanggungjawaban. Dijelaskan juga tentang kewajiban memberdayakan modul KITE-IKM sebagai konsekuensi perusahaan dalam menerima fasilitas kepabeanan. Secara garis besar Sofi mendapatkan gambaran tentang fasilitas ini. Sofi juga menyatakan sanggup untuk memenuhi semua persyaratan dan melaksanakan kewajiban untuk memberdayakan modul KITE-IKM.

Di akhir kunjungan, Andung berkesempatan melihat secara langsung proses produksi mebel. Didampingi oleh Sovi, Andung diajak berkeliling ke tempat produksi. Tempat pertama adalah bagian pemotongan plywood, tampak ada dua orang pekerja sedang memotong plywood sesuai ukuran yang telah ditentukan. Lanjut ke dalam tampak pekerja yang sebagian besar ibu-ibu sedang menghaluskan barang setengah jadi menggunakan mesin pengamplas.Di bagian lain terlihat para karyawan sedang melakukan finishing barang jadi menggunakan cat/ pelitur.

Dari kunjungan ini, Bea Cukai Kudus mengharapkan Ritz Gallery segera dapat memanfaatkan fasilitas KITE-IKM dengan melengkapi semua persyaratan yang harus dipenuhi. Kebijakan fiskal di bidang kepabeanan dan cukai oleh industri di Indonesia merupakan bagian dari tugas Bea Cukai yaitu sebagai trade fasilitator dan Industrial assistance.