Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 177 (Kebaikan Hakiki)

68430

Oleh : Ust. Nailul Huda

Ayat ini merupakan kisah nyinyiran kaum Yahudi yang mempertanyakan seputar pemindahan kiblat ke Masjidil Aqsha. Lalu dalam ayat ini Allah ﷻ menegaskan bahwa kebaikan hakiki itu:

A. Keimanan harus 100%

1. Ditujukan bahwa keimanan hanya kepada Allah ﷻ semata. Tidak boleh ada keraguan, 100 % harus yakin. Hal ini dapat dicapai dengan syarat :

1) Dilandasi dengan ilmu karena jika tidak didasari ilmu akan goyah
2) Dibuktikan dengan ikhtiar mengerjakan perintah Nya
3) Bebas dari segala kesyirikan

2. Mengimani adanya Hari Akhir
Konsekuensi nya adalah harus mempersiapkan bekal untuk hidup di akhirat. Beramal dengan ikhlas merupakan suatu penjagaan terhadap amal kebaikan karena dunia adalah tempat menanam kebaikan yang harus di rawat agar kita bisa memanennya ketika hidup di akhirat. Jika tidak ikhlas akan sia-sia

3. Beriman kepada Malaikat
Diartikan bahwa kita harus yakin adanya malaikat pencatat yang senantiasa mengikuti kemanapun kita melangkah. Oleh karenanya perbanyaklah istighfar agar kejelekan dan dosa kecil yang tercatat dapat terhapus.

4. Beriman kepada Kitab-Nya
Untuk kitab yang diturunkan sebelum AlQuran kita cukup mempercayai nya saja. Namun untuk Al Quran tidak cukup mempercayai nya dan membacanya saja melainkan juga harus melanjutkan dengan memahami, mempelajari, menghapalnya dan mengajarinys

5. Beriman kepada Nabi
Untuk Nabi sebelum Nabi Muhammad ﷺ
Cukup mengetahui dan meyakininya saja. Bahwa Allah ﷻ telah menurunkan nabi sebanyak 300 sekian belas. Rasul yang dijelaskan ada 25. Namun untuk beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ kita harus mengikuti sunahnya dan mencontohkan segala perilaku nabi meskipun kita tidak pernah melihatnya.

B. Terletak bagaimana harta kita di berikan kepada orang yang membutuhkan.
Kriteria :
Harta yang diberikan adalah harta yang masih kita cintai. Wa ‘ata ala mall hubi -> afdolus shodaqoh.

Kepada siapa saja ?

1. Kerabat dekat

Menurut ulama memberikan kepada kerabat mendapatkan 2 hal yakni shodaqoh dan silaturahmi. Krabat yang mana diprioritaskan mendapatkan?

1) Masih dalam lingkup generasi ketiga
2) Yang paling membutuhkan
3) Yang paling banyak menggunakan untuk kebaikan

2. Anak Yatim, masih kecil /belum baligh

3. Orang miskin, tidak dapat memenuhi kebutuhan primer, pangan, papan.
Untuk kriteria terkini miskin itu jika penghasilan nya dibawah UMR

4. Orang dalam perjalanan. Dengan tujuan tidak untuk maksiat. Ada juga yang memahami Ibnu Sabil adalah Tamu yang datang kerumahnya.

5. Orang yang meminta, secara hukum memberi orang yang meminta adalah boleh. Namun sifat meminta adalah sesuatu yang dibenci Allah ﷻ.

6. Budak