Sorak sorai siswa-siswi SMK Wisudha Karya, Ikuti Acara Bea Cukai Kudus

1049

Edukasi tentang tugas dan fungsi Bea dan Cukai terus dilakukan oleh Kantor Bea Cukai.

Pada kesempatan kali ini, Selasa, 4 September 2018 Tim Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Kudus melalui program Customs Goes to school menyambangi SMK Wisudha Karya Kudus.

Diikuti oleh 200 siswa, acara yang dimulai pukul 09.00 ini berlangsung meriah. Para siswa nampak antusias mengikuti seluruh rangkaian,mulai dari kuis interaktif, sosialisasi, penampilan band, dan sesi tanya jawab.

Dalam sambutannya Nasrudin Helmi selaku Wakil Kepala Urusan Kurikulum mewakili Kepala Sekolah menyampaikan rasa syukur atas penyelenggaraan acara pengenalan Bea Cukai ke para pelajar SMK, khusus di SMK Wisuda Kudus. Besar harapan kami para siswa di SMK sini dapat bergabung di Bea Cukai ujar Bapak Jarot selaku Kepala sub Bagian Umum mewakili kepala kantor Bea Cukai Kudus dalam sambutannya.

Tidak tanggung-tanggung, 3 materi diberikan kepada para siswa. Dwi Rini Prasetyo selaku Kepala Seksi PLI menjelaskan materi terkait kepabenan dengan penekanan pada barang bawaan penumpang. Didit Ghofar selaku Kasubsi Penyuluhan memberikan materi tentang cukai dengan penekanan pada rokok ilegal yang perlu di laporkan. Terakhir materi tambahan pengenalan tentang Politeknik Keuangan Negara STAN yang disampaikan oleh Plt. Kasubsi Informasi Andung Heriawan.

Selama 2,5 jam para siswa mendengarkan materi yang diberikan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan kemampuan mereka menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tim. Tidak ketinggalan sebagai penghibur disajikan performa duet pegawai menyumbangkan kebolehan bermusik dan kuis interaktif via web Kahoot.

Peran masyarakat untuk ikut serta mensejahterakan bangsa, khususnya para pelajar sangat diperlukan. Melalui pemberian informasi terkait kepabeanan dan cukai ini, diharapkan para generasi milenial menjadi paham tentang Hasil Tembakau yang legal, juga memiliki kepedulian melaporkan penjualan rokok ilegal didaerahnya.

Informasi kepada para pelajar tentang cara-cara menghimpun dana untuk kesejahteraan bangsa harus diberikan sejak dini agar kesadaran mereka tumbuh lebih awal dan kontribusi generasi muda terhadap pembangunan negara ini menjadi nyata.