Sehubungan dengan ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan PMK Nomor 15/PMK.04/2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 108/PMK.04/2008 Tentang Pelunasan Cukai dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

PMK Tersebut mengatur perubahan format dokumen pelunasan cukai hasil tembakau CK-1, dan format dokumen pelunasan cukai MMEA (CK-1A)

Hal-hal penting mengenai perubahan format CK-1 dan CK-1A adalah sebagai berikut :

  1. Adanya penambahan kolom NPWP, digunakan untuk memastikan validitas NPWP yang digunakan untuk pembayaran cukai. NPWP yang tercetak pada form tanda terima CK-1/CK-1A adalah data yang diambil dari data registrasi cukai pada SAC-S sehingga apabila terjadi perbedaan antara NPWP yang diajukan pengusaha dengan yang tertera pada tanda terima CK-1/CK-1A maka perlu dilakukan updating data registrasi cukai. Validitas NPWP penting terutama bagi penerapan pembayaran cukai dengan billing system
  2. Adanya penambahan kolom pengembalian cukai kompensasi. Sehingga berlaku hal-hal sebagai berikut.
  • Setiap penggunaan pengembalian cukai sebagai kompensasi harus dicantumkan pada CK-1/CK-1A
  • Tidak dibenarkan bagi pengusaha menggunakan pengembalian cukai sebagai kompensaisi tanpa mendeklarasikannya pada CK-1, sebagaimana yang sering terjadi pada pelunasan CK-1 kredit, dan
  • Pengusaha yang menggunakan fasilitas aplikasi CK-1/CK-1A online portal pengguna jasa dapat melakukan input  penggunaan kompensasi cukai secara mandiri, input penggunaan kompensasi oleh pengusaha dapat dilakukan hanya bila pegawai pada KPPBC setelah melakukan perekaman pelunasan biaya pengganti atas pengembalian cukai ( CK-2 dan CK-3 )

Kolom Nama Pabrik hanya diisi apabila pengaju pemesanan pita cukai merupakan Pabrik sedangkan kolom Nama Importir hanya diisi apabila pengaju pemesanan pita cukai merupakan importir.

PMK Nomor 15/PMK.04/2015 mulai diberlakukan 30 (tiga puluh) hari sejak diundangkannya yang berarti jatuh pada tanggal 25 Februari 2015