Edisi 16-07-2014

358

PENYEDIAAN PITA CUKAI HASIL TEMBAKAU

Pita cukai hasil tembakau disediakan di Kantor Pusat DJBC dan di Kantor pelayanan. Penyediaan pita cukai hasil tembakau berdasarkan Permohonan Penyediaan Pita Cukai Hasil Tembakau (P3C HT) yang telah diajukan kepada Kepala KPPBC  setempat dalam bentuk data elektronik atau tulisan di atas formulir. Kepala Kantor meneruskan P3C HT ke Kantor pusat dalam bentuk data elektronik dalam hal kantor telah menerapkan Sistem Aplikasi Cukai Sentralisasi (SAC-S) atau tulisan di atas formulir dalam hal kantor tidak menerapkan SAC-S. P3C HT hanya dapat diajukan oleh pengusaha dalam hal telah memiliki NPPBKC dan tidak dalam keadaan dibekukan, tidak memiliki utang cukai, kekurangan cukai, dan /atau denda administrasi yang belum dibayar pada waktunya, telah melunasi biaya pengganti penyediaan pita cukai dalam waktu yang ditetapkan, dan tidak adanya dugaan melakukan pelanggaran di bidang cukai berdasarkan rekomendasi dari salh satu unit kerja di lingkungan DJBC. Jumlah pita cukai yang diajukan harus dalam kelipatan 10 lembar.

P3C HT awal

Pengusaha dapat mengajukan P3C HT awal mulai tanggal 1 s.d. 10 untuk kebutuhan 1 bulan berikutnya. Dikecualikan dari batas waktu tersebut, dapat diberikan dalam hal pengusaha baru mendapatkan NPPBKC, mengalami kenaikan golongan, NPPBKC aktif kembali setelah pembekuannya dicabut, untuk kebutuhan pita cukai bulan Januari, atau terdapat kebijakan di bidang tarif cukai atau HJE. P3C HT awal hanya dapat dilakukan 1 kali dalam 1 periode persediaan untuk setiap jenis pita cukai. Jumlah pita cukai yang dapat diajukan maksimal 100% dari rata-rata perbulan jumlah pita cukai yang dipesan dengan CK-1 dalam kurun waktu 3 bulan terakhir sebelum P3C HT awal, dengan memperhatikan batasan produksi golongan pengusaha pabrik atau dalam hal tidak tersedia rata-rata perbulan yang dimaksud, jumlah pita cukai yang dapat diajukan dengan ketentuan: untuk pengusaha pabrik berisiko rendah sesuai dengan batasan produksi golongan pengusaha pabrik perbulan, atau 50% dari batasan produksi golongan pengusaha pabrik perbulan untuk pengusaha berisiko menengah, atau 25% dari batasan produksi golongan pengusaha pabrik perbulan untuk pengusaha berisiko tinggi.

P3C HT tambahan

Pengusaha dapat mengajukan P3C HT tambahan dalam hal P3C HT awal tidak mencukupi. Hanya dapat diajukan paling lambat tanggal 20 pada bulan pengajuan CK-1. Jenis pita cukai yang diajukan harus sama dengan jenis pita cukai pada P3C HT awal. P3C HT tambahan hanya dapat dilakukan 1 kali dalam 1 periode persediaan untuk setiap jenis pita cukai. Jumlah pita cukai yang diajukan maksimal 50% dari P3C HT untuk setiap jenis pita cukai.

P3C HT tambahan izin Direktur Jenderal

Pengusaha dapat mengajukan P3C HT tambahan izin Dirjen dalam hal P3C HT awal dan P3C HT tambahan tidak mencukupi. Hanya dapat diajukan paling lambat tanggal 25 pada bulan pengajuan CK-1. Jenis pita cukai yang diajukan harus sama dengan jenis pita cukai pada P3C HT awal dan P3C HT tambahan untuk periode yang sama. P3C HT tambahan izin Dirjen hanya dapat dilakukan 1 kali dalam 1 periode persediaan untuk setiap jenis pita cukai. Kepala KPPBC melakukan penelitian atas P3C HT tambahan izin Dirjen dengan melaksanakan sekurang-kurangnya pemeriksaan administrasi untuk pengusaha berisiko menengah, atau pemeriksaan lapangan untuk pengusaha berisiko tinggi. Kepala kantor membuat rekomendasi dengan mempertimbangkan: hasil penelitian, sisa persediaan pita cukai yang belum direalisasikan dengan CK-1, rata-rata CK-1 perbulan dalam kurun waktu 6 bulan terakhir untuk setiap jenis pita cukai, dan pendapat kepala kantor. P3C HT tambahan izin Dirjen dan surat rekomendasi disampaikan ke kantor Pusat DJBC paling lambat hari kerja berikutnya. Direktur Jenderal dapat mengabulkan seluruhnya atau sebagian, atau menolak atas P3C HT tambahan izin Dirjen yang diajukan.

Penyediaan pita cukai hasil tembakau diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-08/BC/2014 yang merupakan perubahan kedua PER-49/BC/2011.

BAGIKAN
Berita sebelumyaEdisi 01-07-2014
Berita berikutnyaEdisi 16-08-2014