Edisi 03-06-2014

340

DESAIN BARU KEMASAN ROKOK

Kemasan diartikan secara umum adalah bagian terluar yang membungkus suatu produk  dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan, terhadap benda lain. Setiap bentuk barang  benda yang membungkus suatu benda di dalamnya dapat disebut dengan kemasan sejauh hal tersebut memang melindungi isinya.Kemasan merupakan salah satu hal yang paling awal dilihat oleh konsumen ketika akan membeli produk tersebut. Kemasan produk menjadi awal ketertarikan konsumen untuk membeli suatu produk. Dengan sendirinya maka produk yang dikemas kurang baik dan menarik bisa jadi kurang dilirik konsumen.

Di era modern ini, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai tempat/wadah saja, namun desain kemasan ini bisa menjadi branding yang menarik bagi sarana promosi yang efektif kepada konsumen. Desain kemasan yang unik dan menarik bisa mendorong calon pembeli untuk membeli produk tersebut. Pemilihan warna, ilustrasi, dan tipografi merupakan beberapa poin yang perlu diperhatikan  untuk menciptakan kemasan yang mengesankan konsumen.

Khusus untuk kemasan hasil tembakau untuk penjualan eceran telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor  62/PMK.04/2014 tentang Perdagangan Barang Kena Cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai atau pembubuhan tanda pelunasan lainnya. Bahwa dalam rangka upaya Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012, ditetapkanlah Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan Dan Informasi Kesehatan Pada Kemasan Produk Tembakau. Dalam PMK-62/PMK.04/2014 dijelaskan kemasan untuk penjualan eceran hasil tembakau yang selanjutnya disebut kemasan adalah kemasan hasil tembakau dengan isi tertentu dengan menggunakan benda yang dapat melindungi dari kerusakan dan meningkatkan pemasarannya.

Penetapan merek baru

Kepala Kantor menetapkan tarif cukai hasil tembakau untuk Merek baru berdasarkan permohonan dari Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir. Permohonan dibuat rangkap 3 (tiga), yang masing-masing dilampiri dengan:

  1. contoh etiket atau kemasan penjualan eceran hasil tembakau (Contoh kemasan yang bergambar peringatan kesehatan hanya satu yang dilampirkan);
  2. daftar Merek yang dimiliki dan masih berlaku; dan
  3. surat pernyataan di atas materai yang cukup bahwa:
  • merek yang dimohonkan penetapan tarif cukainya tidak memiliki kesamaan tulisan atau pelafalan dengan merek hasil tembakau lainnya yang telah terlebih dahulu dimiliki oleh Pengusaha Pabrik atau Importir lainnya dan tercatat pada administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
  • Desain Kemasan yang dimohonkan penetapan tarif cukainya tidak menyerupai Desain Kemasan yang telah dimiliki atau dipergunakan oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir lainnya; dan
  • telah memenuhi syarat sesuai peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan termasuk di dalamnya pencantuman peringatan kesehatan dan informasi kesehatan ( Dikecualikan terhadap hasil tembakau jenis Rokok Klobot, Rokok Kelembak Menyan, dan Cerutu kemasan batangan).

Perubahan Desain Kemasan akibat pergantian/perubahan desain gambar peringatan kesehatan tidak dianggap sebagai merek baru. Terhadap peringatan kesehatan pada kemasan HT, Kepala Kantor hanya memeriksa keberadaan peringatan dan informasi kesehatan, pemeriksaan atas kebenaran spesifikasi merupakan tanggung jawab Badan Pengawasan Obat dan Makananan (BPOM). Pengusaha Pabrik hasil tembakau /Importir hasil tembakau wajib menyesuaikan desain kemasan hasil tembakau yang dimiliki sesuai PMK-62/PMK.04/2014 (termasuk di dalamnya tentang peringatan dan informasi kesehatan) dengan mengajukan permohonan penetapan tarif cukai atas merek baru, paling lambat tanggal 24 Juni 2014.

Pelanggaran Pelanggaran atas ketentuan pencantuman peringatan kesehatan dan informasi kesehatan diatur dalam UU nomor 36 tahun 2009 dan PP 109 tahun 2012,dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).