Edisi 16-04-2014

313

TIDAK DIPUNGUT CUKAI

Fasilitas tidak dipungut cukai diatur dalam pasal 8 Undang-Undang No. 39 tahun 2007 tentang cukai dan diatur lebih lanjut di Peraturan Menteri Keuangan Nomor 237/PMK.011/2009 tentang tidak dipungut cukai. Adanya pengecualian dari kewajiban pemungutan cukai terhadap obyek/ subyek cukai tertentu dengan alasan: penghindaran cukai berganda, penerapan azas domisili, dan perlakuan khusus terhadap produksi Barang Kena Cukai tradisional.

Cukai tidak dipungut atas  Barang Kena Cukai (BKC)  terhadap :

  1. Tembakau iris (TIS) yang dibuat dari tembakau hasil tanaman di Indonesia yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau dikemas untuk penjualan eceran dengan bahan pengemas tradisional yang lazim dipergunakan, apabila dalam pembuatannya tidak dicampur atau ditambah dengan tembakau yang berasal dari luar negeri atau bahan lain yang lazim dipergunakan dalam pembuatan hasil tembakau dan/atau pada kemasannya ataupun tembakau irisnya tidak dibubuhi merek dagang, etiket, atau yang sejenis itu.Pembuatan, Pengeluaran, atau Penjualannya dalam jumlah berapapun tidak wajib diberitahukan dan tidak wajib dokumen pelindung. Jika kriteria tidak dipenuhi, maka terhadap BKC harus dilekati Pita Cukai yang diwajibkan / dipungut Cukainya.

  1. Minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) hasil peragian atau penyulingan yang dibuat oleh rakyat di Indonesia (WNI) secara sederhana, semata-mata untuk mata pencaharian, produksi tidak melebihi 25 liter per hari dan tidak dikemas untuk penjualan eceran. Pembuatan, pengeluaran atau penjualannya tidak wajib diberitahukan Kepada KPPBC dan tidak wajib Dokumen Pelindung.

  1. 3.    BKC ex Impor yang diangkut terus/lanjut (BC 1.2).

Dikecualikan dari pungutan cukai berdasarkan azas Domisili. Subyek dan Obyek atas BKC yang diangkut terus/lanjut bukan lagi subyek/obyek yg berdomisili di Indonesia.

  1. 4.    BKC yang diekspor (CK-5 dan PEB BC 3.0).

Dikecualikan dari pungutan cukai berdasarkan azas Domisili. Subyek dan Obyek atas BKC yg diekspor bukan lagi subyek/obyek yg berdomisili di Indonesia.

  1. BKC yang dimasukkan ke Pabrik atau Tempat Penyimpanan/Kawasan Berikat/Gudang Berikat (CK-5).

Kewajiban pelunasan Cukai timbul pada saat akan dikeluarkan dari Pabrik/Tempat Penyimpanan. Selama masih berada di dalam Pabrik, BKC sudah terutang cukai namun kewajiban pelunasan cukai timbul pada saat dikeluarkan.

  1. Etil Alkohol, Tembakau Iris dan Bir yang digunakan sebagai bahan baku untuk barang hasil akhir yang merupakan BKC (CK-5).

Alasan tidak dipungut cukai untuk menghindari pengenaan cukai berganda.

  1. BKC dalam Pabrik/Tempat Penyimpanan yang belum dilunasi cukainya musnah atau rusak sebelum dikeluarkan atau sebelum diberikan persetujuan impor untuk dipakai (BACK-1).

Pengusaha Pabrik/Tempat Penyimpanan harus memberitahukan Kepala Kantor Bea Cukai disertai alasan kerusakan/kemusnahan. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik (BACK-1) yang digunakan sebagai dokumen penutupan Buku Rekening/Pembukuan yang bersangkutan. BKC yang rusak dimusnahkan dengan pengawasan petugas Bea Cukai.

BAGIKAN
Berita sebelumyaEdisi 02-04-2014
Berita berikutnyaEdisi 02-05-2014