Edisi 02-04-2014

381

PENGOLAHAN KEMBALI ATAU PEMUSNAHAN BKC

Pengolahan Kembali Atau Pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) Yang Dibuat Di Indonesia Dalam Rangka Pengembalian Cukai di atur dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai PER-34/BC/2013 tanggal 23 Desember 2013 dan mulai berlaku sejak ditetapkan.

Adapun pengertian dari Pengolahan Kembali BKC adalah kegiatan menarik kembali BKC yang sudah dilunasi cukainya, dari peredaran bebas ke dalam pabrik untuk dilakukan pengolahan kembali. Pengolahan  kembali BKC  di pabrik  dilakukan dengan cara: BKC dipindahkan ke dalam kemasan  penjualan eceran yang baru; atau BKC diproduksi ulang untuk menjadi BKC baru.

 Pemusnahan BKC adalah kegiatan penarikan BKC yang sudah dilunasi cukainya dari Peredaran Bebas untuk dilakukan Pemusnahan di dalam Pabrik atau di Tempat-Tempat  lainnya di bawah Pengawasan DJBC. Pemusnahan BKC dilakukan dengan cara:  membakar habis BKC; menghancurkan BKC; atau   memasukkan BKC, ke dalam lubang galian yang telah diberi air kemudian ditimbun dengan tanah.

Pengembalian cukai atas BKC yang dibuat di Indonesia yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan atau pembayaran pita cukai untuk diolah kembali di pabrik atau dimusnahkan hanya diberikan kepada pengusaha pabrik.Pengembalian cukai atas BKC yang diolah kembali atau dimusnahkan dengan ketentuan: yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai hanya diizinkan apabila pemesanan pita cukainya dilakukan pada tahun anggaran berjalan atau pada satu tahun anggaran sebelumnya; atau yang pelunasan cukainya dengan cara pembayaran hanya diizinkan apabila cukainya dibayar pada tahun anggaran  berjalan atau pada satu tahun anggaran sebelumnya.

Pengolahan kembali di pabrik atau pemusnahan atas barang kena cukai dilakukan dengan ketentuan pita cukai yang bersangkutan harus dirusak sehingga tidak dapat digunakan lagi. Persetujuan pengolahan kembali di pabrik atau pemusnahan BKC diberikan oleh:

a.  Kepala Kantor Pelayanan Utama yang mengawasi pabrik;

b.  Kepala KPPBC yang mengawasi pabrik dalam hal  nilai cukai tidak melebihi  Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah); atau

c.  Kepala Kantor Wilayah dalam hal  nilai cukai melebihi  Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pengolahan  kembali  di   pabrik  atau  pemusnahan BKC segera dilaksanakan sejak mendapatkan persetujuan.

Atas pita cukai yang dirusak dalam rangka  pengolahan kembali di pabrik atau pemusnahan BKC, yang mendapatkan pengembalian cukai, dikenakan  biaya pengganti penyediaan pita cukai sebesar:  Rp. 25,00/keping untuk pita cukai hasil tembakau seri I;   Rp. 40,00/keping untuk pita cukai hasil tembakau seri II;  Rp. 25,00/keping untuk pita cukai hasil tembakau seri III; atau  Rp. 300,00/keping untuk pita cukai minuman mengandung etil alkohol.

Pengembalian cukai atas pengolahan kembali di pabrik atau  pemusnahan BKC, terlebih dahulu diperhitungkan dengan utang cukai.  Dalam   hal   Pengusaha   Pabrik   tidak   memiliki   utang  cukai, pengembalian cukai atas permintaannya, dapat  diperhitungkan  untuk  pemesanan  pita  cukai berikutnya, untuk barang kena cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai; atau  dikembalikan kepada Pengusaha Pabrik, sesuai ketentuan yang berlaku.

Tata cara pengolahan kembali di pabrik atau pemusnahan BKC yang telah dilunasi cukainya dalam rangka mendapatkan pengembalian cukai dilakukan dengan menggunakan SAC-S untuk Kantor yang telah menerapkan SAC-S.  Dalam hal SAC-S tidak dapat digunakan dalam kurun waktu 4 (empat) jam, untuk kelancaran pelayanan, Kepala Kantor dapat melaksanakan pelayanan tanpa menerapkan SAC-S.

BAGIKAN
Berita sebelumyaEdisi 17-03-2014
Berita berikutnyaEdisi 16-04-2014