Edisi 16-01-2014

418

Kode Satuan Kerja dan Kode Akun pada formulir SSBP Pajak Rokok

Pajak Rokok merupakan jenis pajak daerah yang pemungutannya secara efektif mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2014. Sesuai dengan inisiatif DPR RI, kebijakan Pajak Rokok bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengendalikan konsumsi rokok, mengendalikan peredaran rokok illegal, serta melindungi masyarakat atas bahaya rokok. Penerapan Pajak Rokok sebesar 10 (sepuluh) persen dari cukai rokok dimaksudkan juga untuk memberikan peran yang optimal bagi pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan kesehatan masyarakat.

Mengingat tax base pajak rokok adalah cukai yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap rokok, maka dalam rangka efektifitas dan efisiensi, pemungutan Pajak Rokok dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bukan pemerintah daerah sebagaimana pajak daerah lainnya. Untuk itu dalam rangka pelaksanaan pemungutan Pajak Rokok, Menteri Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115/PMK.07/2013 tentang Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran Pajak Rokok. Peraturan Menteri Keuangan tersebut antara lain mengatur mekanisme pemungutan Pajak Rokok yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan juga mengatur mekanisme dan pola penyetoran dana penerimaan Pajak Rokok dari rekening penampungan penerimaan ke Rekening Kas Umum Daerah Propinsi.

Proses pemungutan pajak rokok dibuat sejalan/linear dengan proses pemungutan cukai. Surat yang digunakan oleh Wajib Rokok untuk melaporkan penghitungan dan/atau dasar pembayaran pajak rokok adalah Surat Pemberitahuan Pajak Rokok (SPPR/PR-1), sedangkan dokumen yang digunakan untuk melakukan pembayaran pajak rokok ke rekening kas negara adalah Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP). Pengajuan SPPR bersamaan dengan pengajuan CK-1 dan pembayaran pajak rokok dengan SSBP bersamaan dengan pembayaran cukai dengan SSPCP.

Sehubungan dengan persiapan pelaksanaan pemungutan pajak rokok, telah ditetapkan Kode Satuan Kerja dan Kode Akun untuk pengisian formulir Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP), sebagai berikut : Kode Satuan Kerja diisi dengan 999247 (sebagaimana huruf B angka 3 pada formulir SSBP); Kode Akun diisi dengan 817711 (sebagaimana huruf C pada formulir SSBP).

Demikian disampaikan sesuai Surat Direktur Cukai Nomor S-842/BC.4/2013 tanggal 27 Desember 2013 tentang PenyampaianKode Satuan Kerja dan Kode Akun pada formulir SSBP untuk pembayaran Pajak Rokok.